Selasa, 27 Mei 2014

Catatan Fiqh (2)

"Ini adalah catatan kelas Fiqh yang saya ikuti. Belajar hingga akhir hayat, itu yang dianjurkan. Jika hal ini menjadi suatu pembelajaran, dengan senang hati berbagi. Jika ada yang tidak berkenan,  maka bukan berdebat, tetapi bersahabat. Silahkan memberi pendapat yang bijak. Terimakasih."  


ADAB ISTINJA

  1.       Tidak boleh membawa lafaz Allah (yang dipakai, contohnya cincin dengan lafaz Allah)
  2.        Menjauhkan diri dari pandangan manusia: supaya tidak terdengar suaranya dan supaya tidak berbau
  3.       Tidak boleh membaca secara jahr (keras) basmallah dan isti’adzah di dalam toilet; tetapi diperbolehkan membaca basmallah secara jahr.
  4.       Membaca basmallah sebelum membuka baju agar terhindar dari godaan setan
  5.       Tidak menjawab salam, adzan, dan bersin
  6.       Tidak bercakap-cakap
  7.       Mengagungkan kiblat dengan tidak membelakangi dan tidak menghadapnya, terutama di ruang terbuka
  8.       Mencari tanah yang tidak keras dan lebih rendah (melengkung)
  9.       Menghindari lubang-lubang, dikhawatirkan lubang tinggal hewan
  10.      Tidak pipis sambil berdiri untuk laki-laki dan perempuan karena pipis sambil berdiri itu dianggap bertentangan dengan yang baik
  11.        Menghindari tempat bernaung manusia, berlalu lalang
  12.        Bersihkan tempat keluarnya najis. Alat : air atau batu yang suci dan halus (3 buah batu dengan sisi yang berbeda – minimal). Alat pengganti : tissue atau daun. 

Selasa, 20 Mei 2014

Catatan Fiqh (1)

"Ini adalah catatan kelas Fiqh yang saya ikuti. Belajar hingga akhir hayat, itu yang dianjurkan. Jika hal ini menjadi suatu pembelajaran, dengan senang hati berbagi. Jika ada yang tidak berkenan,  maka bukan berdebat, tetapi bersahabat. Silahkan memberi pendapat yang bijak. Terimakasih."  

AIR

Bahasan tentang air tidak terlepas dari bahasan tentang hadast dan najis. Maka, diawali dengan mengenal kedua hal itu.  
Hadast :
  •          Suatu keadaan
  •          Yang membatalkan wudhu

Cara membersihkan :
  •          Kecil : wudhu/ tayamum
  •          Besar : mandi wajib (besar)/ tayamum seperti wudhu


Najis : sesuatu yang berwujud (zat)
Cara membersihkan dengan fokus pada najisnya; bukan sesuatu yang membatalkan wudhu 
Alat-alat untuk menyucikan :
  1. Air
  2. Debu/ tanah yang suci
  3. Batu (3); tissue (sebagai alat bantu)
  4. Penyamakan; untuk kulit (sesuatu yang terlepas dari tubuh sehingga najis maka harus disucikan) kecuali kulit anjing dan babi.
Macam-macam Najis:
1. Berat (Mugholazoh)
  • pendapat sebagian: seluruh bagian anjing dan babi
  • pendapat lainnya: babi dan air liur anjing
Kedua pendapat tersebut sama-sama kuat. Lalu, bagaimanakah kita menyikapinya? Sungguh bijak jika kita mempercayai dan tidak mempermasalahkan perbedaan pendapat tersebut. Hal ini tergantung pada kondisi diri. Jika kita bukanlah seorang yang pekerjaannya sering menyentuh anjing dan babi, seperti dokter hewan, maka ambil pendapat yang lebih hati-hati.  
Cara menyucikan:   tanah dan air (6 x air, 1 x tanah) 
2. Ringan
  • air suci anak laki-laki yang belum makan sesuatu apapun selain ASI
  • cara menyucikan: memercikan air
3. Pertengahan
  • semua najis masuk ke dalam ini kecuali kedua jenis najis di atas contohnya, darah, nanah, dan muntah.
  • cara menyucikan: dialirkan dengan air suci dan mutlak
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah saat pakaian terkena najis dan menyucikannya dengan air yang suci, yaitu air tanpa zat terlarut seperti air sabun atau air deterjen. Air tersebut hanya menghilangkan noda tetapi tidak menyucikan pakaian dari najis. Maka, cara menyucikannya adalah mengalirkan air mutlak pada pakaian yang terkena najis. Hal lainnya adalah jika pakaian yang terkena najis masih terdapat bekas noda yang menempel, biarkan sinar matahari yang bekerja, yaitu dengan menjemurnya. 
Kelompok Air
  1. Air Mutlak; Air tanpa dicampuri apa-apa, yaitu sifatnya suci dan dapat menyucikan sehingga dapat mengangkat hadast.
  2. Air musta’mal; Air yang dipakai kembali dan tidak merubah keadaan air (bukan dipakai menghilangkan najis)
  3. Air suci dan menyucikan tetapi makruh karena membawa mudhorot; Air musyamas: air di bawah terik matahari di kota dengan >40OCAir panas yang akan digunakan dianjurkan untuk didinginkan dahulu
  4. Air suci tetapi tidak menyucikan; Air yang bercamput sesuatu yang suci dan larut dalam air contohnya, air the, air sabun, dan air susu. Kecuali saat darurat (keadaan), seperti air perkotaan yang bercampur dengan kaporit.  
  5. Air najis; Air yang kejatuhan najis sehingga merubah bau, warna, dan rasa sehingga tidak suci dan tidak menyucikan.  

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
  • Untuk air dengan kapasitas 2 kulah (1,5 m3/ kulah) jika dikenai bangkai hewan kecil, hukumnya tetap suci
  • Sungai besar yang mengalir dan air laut, hukumnya suci
  • Semua jilatan hewan itu suci kecuali jilatan anjing dan babi
  • Air dan tanah itu suci. Pakaian yang terkena tanah itu suci karena tanah adalah sesuatu yang suci dan mensucikan.
  • Najis yang ada di tanah dapat disucikan dengan menyiramnya dengan air satu ember
  • Cara menyucikan makanan yang terjatuhi najis (seperti bangkai) adalah dengan membuang bangkai dan buang sekitarnya.
  • Benda-benda keras yang terkena najis dapat disucikan dengan mengusapnya pada sesuatu yang basah, contohnya kain basah.
  • Sandal yang terkena najis dapat disucikan dengan menggosok-gosokannya ke tanah
  • Ingat! Tissue basah itu tidak menyucikan karena umumnya disertai dengan alcohol dan parfum, bukan air mutlak. Tissue ini hanya sebagai alat bantu saat darurat.
Jenis-jenis najis pertengahan :
  1. Bangkai; Hewan mati tanpa disembelih, kecuali bangkai belalang, ikan, dan hewan lain tanpa darah mengalir contohnya lebah dan semut.
  2. Darah; Semua jenis darah, kecuali darah sendiri akibat terluka. Darah ringan yang dimaafkan: darah nyamuk dan darah kutu.
  3. Daging babi
  4. Muntahnya manusia yang berasal dari dalam perut sehingga berubah warna dan bau
  5. Kencingnya manusia
  6. Kotoran manusia
  7. Keputihan (Al Wadi); Cairan berwarna putih yang kental dan berat setelah buang air kecil atau saat kelelahan. Keputihan merupakan najis pertengahan dan cara menyucikannya adalah dengan dibuang zatnya dan dibersihkan dengan air. Keluarnya keputihan ini merupakan hadast kecil.
  8. Madzi; Air bening tidak terlalu kental, biasanya keluar saat memikirkan jima’ atau saat bermain dengan istri (foreplay). Madzi ini berfungsi untuk lubrikasi. Madzi ini tidak membuat orang yang mengeluarkannya mandi besar, tetapi jika sudah sampai keluarnya mani maka cara membersihkannya adalah dengan mandi besar.   Sehingga, kita dapat berkesimpulan bahwa antara Madzi dan Mani berbeda.

  1. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  1. Tali jemuran yang pernah terkena pakaian bernajis; Disucikan dengan keringnya tali itu oleh angin dan matahari
  2. Terjatuh sesuatu, tidak tahu jenisnya atau apa, kita tidak diwajibkan untuk bertanya. Dan jika setelah terjatuh, baru tahu nantinya, kita tidak diwajibkan untuk menyucikannya
  3. Berjalan pada malam hari sehingga tidak tahu apa yang diinjak, kita tidak diwajibkan untuk mengetahuinya
  4. Tidak tahu atau lupa bahwa pakaian bernajis digunakan untuk shalat, hal itu dimaafkan.
Pena malaikat terangkat sampai:
Wanita belum berhaid/ pria belum mimpi basah (belum akhil baligh);
Orang lupa hingga ia ingat;
Orang tidur hingga ia terbangun 


"Ini adalah catatan kelas Fiqh yang saya ikuti. Belajar hingga akhir hayat, itu yang dianjurkan. Jika hal ini menjadi suatu pembelajaran, dengan senang hati berbagi. Jika ada yang tidak berkenan,  maka bukan berdebat, tetapi bersahabat. Silahkan memberi pendapat yang bijak. Terimakasih."  


Baca juga:   
http://hasanatulqolb.blogspot.com/2014/06/catatan-fiqh-1.html 
http://hasanatulqolb.blogspot.com/2014/05/catatan-fiqh-2.html
http://hasanatulqolb.blogspot.com/2014/06/catatan-fiqh-3_1335.html
http://hasanatulqolb.blogspot.com/2014/06/catatan-fiqh-4.html
http://hasanatulqolb.blogspot.com/2014/06/catatan-fiqh-5.html
 
 
 

Rabu, 05 Februari 2014

SEMERU ON MY MIND : RANU PANI DAN RANU KUMBOLO

Berdasarkan Wikipedia bahasa Indonesia, RANU PANI adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, di kaki Gunung Semeru. Luasnya 4 hektar. Ranu Pani adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ranu Pani adalah salah satu titik berangkat untuk mendaki Gunung Semeru.
RANU KUMBOLO adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Letaknya di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Luasnya 15 hektar. Ranu Kumbolo adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Di Ranu Kumbolo terdapat tempat perkemahan. Tempat ini adalah salah satu titik berangkat untuk mendaki Gunung Semeru.

Itu kata Si Wiki, lalu inilah RANU PANI DAN RANU KUMBOLO kata Mega. Hehehe... Check this out!

Perjalanan Jejak 22 ‘n friends untuk mendaki Gunung Semeru diawali dengan menginjakan kaki di Ranu Pani, eh salah, deh. Ralat: Perjalanan Jejak 22 ‘n friends untuk mendaki Gunung Semeru diawali dengan menginjakan kaki di area pinggir Ranu Pani. Dan inilah potret Ranu Pani dari pinggir Ranu Pani sekitar pukul 14.00 WB. 


Ranu Pani (dok. Mega) 

Selanjutnya, masih di pinggir Ranu Pani, kami harus melakukan kewajiban sebelum mendaki, yaitu registrasi. Dapat urutan keseratusan, nggak bikin kami mati gaya karena kami emang banyak gaya. Hahaha…  


Lagi menunggu, pasang gaya dulu! (dok. Mega) 
Setelah makan bakso, tetap gaya! (dok. Mega) 
Setelah sholat, masih gaya! (dok. Mega) 
Jejak 22!!! Gaya teruuus... (dok. Mega)
Maka dari itu, gue namakan RANU PANI menjadi RANU FUNNY… Ya, pokoknya bisalah have fun di sini walau lo harus nunggu buat registrasi. Hahaha… *joget-joget India. 
Setelah menunggu hingga Ashar, kami memulai perjalanan mendaki Gunung Semeru. Doa di Ranu Pani ini mengawali kaki kami melangkah ke aspal, tanah, rumput, pasir, genangan air, batu, serasah Gunung Semeru. Target awal kami adalah dapat bermalam di Ranu Kumbolo yang katanya bisa ditempuh sekitar 4-5 jam.
Jejak 22 'n friends bergaya di gardu selamat datang para 'pejuang' Gunung Semeru (dok. Mega) 
Di dalam 4-5 jam itu, ada pemandangan sawah, ada pohon, ada semak, ada turunan sedikit, ada yang mendatar, ada tanjakan yang banyak. Tapi tenang, tanjakan hingga ke Ranu Kumbolo masih terbilang landai tapi jauuuh sampai-sampai kaki gue keceblos di lubang (hubungannya apa? -,-a). Perjalanan dari pukul 16.00 itu mulai gelap saat Maghrib dan mulai terasa dingin. Lo bakal mendengar deru angin yang berkejaran di sela-sela pohon. Beeer beeer beeeeeer…
Di saat kaki sudah ingin diistirahatkan dan ingin banget sudah bisa tidur di dalam tenda, jalan menuju Ranu Kumbolo pake macet bro… Apakah Si Komo lewat? Gue nggak tahu! Yang gue mau tahu adalah Jabodetabek harus bebas macet (-,-a). Akhirnya, kami sampai di Ranu Kumbolo di malam hari (pukul 21.00) Ooooh… Ranu Kumbolo… Oooh indahnya… belum keliatan…
Adegan Jack and Rose harus ada di episode ini karena Jejak 22 ‘n friends terbagi menjadi dua tim dan saling mencari satu dengan lainnya. “Jack…” “Rose…” Oooh… But in this scene, there’s no so sweet scene like Jake and Rose said something sweet. Yang ada “Aduh, kemana, sih? Dari tadi udah diteriakin nggak kedengeran, ya?” Dery berkata sambil manyun-manyun. Capeeek euy… Yap, langsung bangun tenda, makan, terus tidur, nggak lupa pake menggigil. Jujur aja sih, gue nggak bisa tidur… T.T
Di dalam ketidaktiduran gue, gue mendengar nyanyian, bro! Cewek! Tapi ini nggak mistis, kok. Wong yang nyanyi pendaki cewek yang kayaknya nggak kesampean jadi penyanyi. Kasihan. Suaranya bisa terdengar di seluruh penjuru Ranu Kumbolo. TOA euy…
Hingga… Seorang pendaki menyerukan Adzan Subuh. Allahu Akbar! Syahdunya dingin di Ranu Kumbolo menemani… Sholat, bersih-bersih diri, sarapan, captured moments, dan sebagainya hingga pukul 08.00 dan kami harus melanjutkan perjalanan ke Kalimati. 


Lagi bergaya di Ranu Kumbolo (dok. Mega)

Oh... Ranu Kumbolo membuat gue berpikir "Kapan ya gue bisa dayung sampan di sana?" *eeeh salah... Yang pasti, kagum gue sama Ranu Kumbolo dan nggak boleh ada yang merusak keindahan ini!  


Ranu Kumbolo (dok. Mega)
RANU KUMBOLO… Indah banget! Sebuah karya Tuhan yang Maha Penyayang. Gimana, nggak? Di saat lo kelelahan, Tuhan kasih danau yang gede banget yang airnya bisa menghapus kekeringan di kerongkongan lo. Cold and Cool… Ditambah pemandangan danau komplit dengan matahari yang menyapa di pagi hari. Thanks, God.
RANU KUMBOLO… Ranu memiliki arti danau, sedangkan Kumbolo berarti tempat berkumpul, sehingga makna dari Ranukumbolo adalah danau tempat orang berkumpul. Di sini, dari balita sampai orang tua berkumpul. Di sini, dari yang niat emang ke Mahameru sampai yang cuma rekreasi alam berkumpul. Di sini… Di RANU KUMBOLO… KUMPUL-KUMPUL BROOO!
RANU KUMBOLO… Bisakah menjadi tempat berkumpul lagi bagi kami Jejak22 ‘n friends... di suatu saat nanti… di suatu hari nanti… masih dengan keindahanmu *wish


Baca juga: 
Semeru on my mind: Tanjakan Cinta

Jumat, 13 September 2013

Les Incantades (Islas de Galapago)

Galapagos,
hmm siapa yang akan mengira terperangkap dalam neraka dunia ini. Ooh, semoga Tuhan selalu memberi perlindungan dahsyat kepada para pelayar yang terdampar di sini. apa itu neraka dunia? bukankah mereka pernah mengatakan itu? lalu, mengapa itu mempesona? aku semakin bingung oleh evolusi.

Galapagos,
terlalu aktif, terlalu bergerak. dimanakah Fernandina? dimanakah Isabela? dimanakah Espanola? semua telah berubah kah? dari yang merah menjadi hitam, dari yang aktif menjadi mati, dari yang ganas menjadi lunak. muncul dan tenggelam, muncul dan tenggelam, muncul dan tenggelam.

Galapagos,
hey Darwin, pantas pendahulumu takut, mereka melihat naga dari lautan, mereka melihat raksasa dalam kepulauan, mereka melihat si penukar sayap dengan kerampingan. mungkin inilah daerah terkutuk! lebih terkutuk di saat kau minum dari tanahnya itu lebih asin dibanding lautnya.

hey Darwin, apa yang kau temukan? sebuah perubahan besar katanya. apa itu? terilhami dari neraka tersebut. Ups, aku salah! maaf, bukan kau yang bilang itu neraka tapi pendahulumu tapi kau tak perlu berpura-pura untuk menutupi ketakutanmu di pulau itu, kau pun merasa tak jauh beda dengan pendahulumu.

hey Darwin! ssst, ternyata kau sedang melihat lebih dekat, dan lebih dekat lagi. mengilhami sebuah asal muasal kehidupan. hingga perubahan besar terjadi setelahnya. kau sedang melihat kerangka burung beo! baiklah, aku tak mau mengganggu. 

Galapagos, 
tenaga vulkanik yang memberi tekanan untuk ada dan tiadanya pulau-pulau, pertemuan panas dingin yang memberi kekayaan pada lautan, pergerakan yang membuat pewarnaan pada pulau memberi kehidupan. dan muncullah kekayaan. 
kekayaan Katulistiwa yang membelalakkan mata, 
keanekaragaman yang langka, 
kehidupan yang ditemukan, 

Galapagos, 
dengan booby si kaki biru menyentak ombak, dengan iguana laut di tepi karang, dengan sally light foot yang merah terang, dengan kadal lahar yang memakan lalat si singa laut, dengan burung Finch yang memamah parasit si penyu raksasa, dengan flamingo besar yang putih langka, dengan elang pemangsa iguana laut, dengan comorant yang tak dapat terbang tetapi memilih ramping, dengan paus sperma di lautan, dengan burung hantu bertelinga pendek yang menunggui petrel galapagos, dengan lebah-lebah yang mendengung mencari nektar

dari Galapagos, kita belajar bahwa semua akan berubah dan beradaptasi dengan lingkungannya. siapa yang tak dapat menyesuaikan, dialah yang binasa. lalu keabadian muncul disertai dengan tarian ritual masa lampau yang berhasil

"Hidup memang keras tetapi hidup bukan neraka" 
"dari hitam dan putih bisa menjadi berwarna" 
"dari yang terkutuk menjadi Les Incantades" 





#Galapagos (Kepulauan Kura-kura) yang mengilhami Charles Darwin menemukan teorinya.



Baca juga:
3 Hati. 2 Cinta. 1 Dunia

Minggu, 21 Juli 2013

tapi tidak dengan cinta...

inilah suatu masa dimana kita bisa merasa
begitu merasa
suatu hari kau dan aku bersama dengan dekap
begitu dekat
kita berpikir atau malah bertanya?
hanya kita yang menduga

aku takut kau pun takut
tak berani berkata ini apa
aku mau kau pun ternyata mau
urusan hati paling dinanti tak mau pergi

terlalu muda atau naif urusan ini
kita hanya tak berkata
lagi dan lagi
merasa dunia akan mendukung kita

tapi waktu pun menjawab
karena kita tak mampu berkata
hari-hari yang dilalui hanyalah tanya
kini adalah pijakan yang mesti dijawab

aku pikir untuk tetap pada jalan ini 
tapi waktu pun yang menentukan
kau berbeda dalam hal ini
berbelok untuk menepi dalam kebenaran

aku tertinggal
jujur, aku tertinggal dari kesebelahpihakanmu
aku mengerti dalam kebenaran ini
kau malah lebih mengerti

tapi, saat ini aku dan kau telah jadi lain
sombong berpikir paling benar
aku yang terlalu angkuh agar dihargai
kau yang terlalu angkuh agar sendiri

kita memang berbeda dalam cara
kita memang berbeda dalam pikir
kita memang berbeda dalam bicara
tapi tidak dengan cinta... 

Rabu, 26 Juni 2013

KUDIS (Kunjungan Industri) BIOLOGI Tahun 2013

Bring Our Knowledge To The Real Experience Itulah tema yang diusung Kunjungan Industri Biologi 2013. Kunjungan industri ini diadakan pada tanggal 7 Juni 2013 membawa segudang ilmu dan wawasan yang luas dari aplikasi ilmu dan dunia perindustrian. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh Civitas Biologi yang diinisiasi oleh Himabio khususnya Divisi PSDM. Kunjungan industry ini ke PT Amerta Indah Otsuka dan PT Yakult Indonesia.
Kunjungan industri di PT Yakult Indonesia, Sukabumi
Kunjungan industri yang diikuti oleh 100 mahasiswa Biologi ini mendapat sambutan yang baik dari kedua pihak industry. Pada pukul 09.00 WIB, bus kami sampai di PT Yakult Indonesia. Kami segera masuk ke dalam sebuah ruang dan mendengarkan penjelasan tentang produk Yakult serta pemutaran video produksi oleh salah satu pihak Propaganda Yakult. Penjelasannya meliputi awal penemuan Yakult, manfaat Yakult, bagaimana Yakult diproduksi hingga aman dikonsumsi, dan penanganan limbah pabrik Yakult. Penemuan Yakult diawali dari penelitian seorang dokter, yaitu Dr. Minoru Shirota yang berkonsentrasi pada mikroorganisme  menguntungkan untuk pencegahan penyakit. Ia mengembangkan bakteri asam laktat yang mampu melawan bakteri berbahaya yang mengganggu sistem pencernaan. Pada tahun 1930, Dr. Minoru Shirota menjadi orang pertama yang mengembangkan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pencernaan manusia yang kemudian dinamakan Lactobacillus casei Shirota strain. Pada tahun 1935, Dr. Minoru Shirota berhasil menciptakan minuman probiotik Yakult yang mengandung bakteri berguna Lactobacillus casei Shirota strain yang bermanfaat bagi pencernaan manusia. Minuman ini kemudian dijual di Jepang dengan harga yang terjangkau. Maka dari itu, Yakult dikenal sebagai pelopor minuman probiotik. Dalam mendukung usaha penelitian pada bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, pada tahun 1967 didirikan pusat penelitian Mikrobiologi Yakult (Yakult Central Institute for Microbiological Research) di Tokyo, Jepang. Yakult Central Institute telah melakukan beragam penelitian untuk mengembangkan produk-produk dengan menggunakan bakteri yang bermanfaat.
Selanjutnya, kami diajak untuk melihat proses produksi di lantai 2. Di ruang tersebut, terlihat tangki-tangki dan mesin-mesin otomatis yang memproduksi Yakult. Di dalam ruang Quality Control, terlihat pegawai-pegawai laboratorium yang bekerja. Alat, ruang, dan mesin dijaga kebersihannya dan dikontrol prosesnya untuk menjamin kualitas produk. Setelah itu, kami kembali ke ruang lantai 1 untuk tanya-jawab dan mendengar penjelasan kembali. Sebuah kebanggaan, saat itu, Yakult pun dikunjungi oleh Manager Marketing dari Yakult Singapura sehingga tanya-jawab pun semakin menarik. Pengetahuan kami di bidang mikrobiologi menjadi lebih berwarna setelah mengetahui proses pembuatan Yakult.
Kunjungan industri di PT Amerta Indah Otsuka, Sukabumi
PT Amerta Indah Otsuka adalah tujuan berikutnya dari kunjungan industri ini. Setelah melaksanakan sholat Zuhur, kami bergegas ke pabrik tersebut yang jaraknya pun tidak jauh dari PT Yakult Indonesia. Kami segera disambut oleh pihak R&D dan dibagikan semacam koin untuk mengambil salah satu produk pabrik ini, yaitu Pocari Sweat.  Di sebuah auditorium berlatarkan pemandangan Gunung Salak, kami mendengarkan penjelasan tentang bagaimana Pocari Sweat ditemukan, bagaimana cara produksinya, dan penanganan limbah. Pocari Sweat merupakan minuman pelopor pengganti ion tubuh yang awalnya dikembangkan di Otsuka Pharmaceutical Co, Ltd atas prakarsa Direktur Akahiko Otsuka. Pembuatan formula Pocari Sweat diawali dengan serangkaian penelitian terhadap konsep, komposisi, dan rasa oleh Harima dan Akahika Takaichi yang merupakan tenaga ahli di Otsuka Pharmaceutical Co, Ltd. ‘Pocari’ berarti menyegarkan, ‘sweat’ berarti keringat. Konsep minuman ini adalah minuman kesehatan yang menyegarkan dapat dikonsumsi untuk menggantikan ion tubuh yang keluar melalui keringat. Pada tahun 1980, Pocari Sweat diperjualkan secara bebas dengan tujuan menjelaskan konsep produk kepada masyarakat di Jepang dan menciptakan pasar baru dalam dunia perindustrian. Pocari Sweat dipasarkan di Indonesia pada tahun 1989.
Pembuatan minuman tersebut dilakukan secara otomatis dengan mesin. Dan terdapat dua teknologi dalam filling cairan ke dalam kemasan, yaitu dengan cara aseptic atau cold filling dan o-hot. Kedua teknologi itu pun berbeda dalam penggunaan biji resin dalam pembuatan botol kemasan. Setelah itu, kami masuk ke dalam galeri produk PT Amerta Indah Otsuka yang dipasarkan di Indonesia dan luar negeri.

Sore, sekitar pukul 15.30 WIB, kami segera menuju bus dan meninggalkan Sukabumi. Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan untuk menjadi pembelajaran yang berharga. Bukan hanya pengaplikasian ilmu yang didapat di kampus tetapi pengalaman orang-orang sukses yang kami saksikan dalam pemutaran video pun kami dapatkan. Semoga kunjungan industry ini membuka wawasan dan stimulus untuk meningkatkan potensi diri.  

Sabtu, 23 Maret 2013

Kesempatan itu harus dipertimbangin!

"Kesempatan itu harus dipertimbangin!" Ayah berulang kali berkata seperti itu di sela-sela waktu bersama.
Nggak aneh kalau orang tua mau yang terbaik buat diri anaknya. Dan sebagai orang yang udah lebih tua dan pasti banyak pengalaman, gue juga nggak menampik pemikirannya. Pendapat ayah tentang studi gue dimulai setelah gue ngomong ke bokap tentang fasttack, itu loh dalam 5 tahun bisa S1 dan S2. Gue bilang ke bokap karena gue pikir itu hal yang biasa, ada ini ituh di kampus ya terbuka aja. Eh, salah pikir gue, ayah gue justru tertarik sama program begituan, yang alhasil membuat gue galau. 
Awal gue cerita saat itu lagi anterin gue balik ke Bogor, perbincangan di atas motor serasa santai banget dan nggak ada tuh unsur ini itu di dalamnya. Suatu hari gue balik ke rumah, ayah mulai berbincang tentang karirnya dan keinginannya. Maklum, gue anak pertama dan gue suka dengerin ayah curhat masalah begituan walau nggak jarang juga gue ikut komentar berkebalikan sama ayah. Ayah mulai ngomongin studi, dia mulai mencanangkan kata "Kalau menurut ayah, bagus ada fasttrack". Ok, gue nggak ambil pusing sih, itu kan pendapat ayah, nah mulai gue balikin dengan pendapat gue bahwa gue nggak mau di kampus yang sama, gue mau lanjut di luar negeri. Stop bicara itu bagi gue, ternyata stop semacam pending bagi ayah. 
Tepatnya, saat gue sebagai pagar ayu di hajatan saudara, di tengah hujan deras, ayah ngomongin praktek lapang buat gue, syalalala... lama-kelamaan menjurus ke fast track (lagiiii). Kesana kemari ayah bicara tentang pengalamannya, temannya, dan orang-orang yang dikenalnya yang intinya, studi pasca itu perlu. Gue nggak bisa komentar apa-apa di situ karena gue bingung. Gue inget hal-hal tentang pengorbanan ayah buat gue serta kebebasan gue buat kemana aja, nggak pernah beliau melarang gue asal itu baik. Gue kayak dilema tuh di situ, gue sebagai anak ingusan tau apa sih dibanding beliau (gue pikir). Dan buktinya, niat gue bersama sahabat-sahabat SMA buat hiking ke Semeru, ayah dan umi gue membalas sms dengan mudahnya bilang 'boleh', dan nggak banyak tanya padahal umumnya kan banyak tanya (hhe), begitu percayanya mereka sama gue. 
Sekarang, ayah lama-kelamaan seperti memaksa buat ambil fast track. "Kapan lagi? Coba pikir kalau udah masuk dunia kerja, nanti malah nggak kepikiran ambil S2. Mungkin nantinya, bisa memperlancar kamu buat di dunia kerja". Dan kata-katanya keluar "Kesempatan itu harus dipertimbangin!"
Pertimbangin, dulu udah pernah tapi nggak seberat ini. Gue menyusun mimpi, gue akan kerja di industri pangan, terus gue belajar dari situ buat mendirikan perusahaan di bidang pangan. Yah, emang nggak jelas sih, tapi gue kan udah menyusun sebuah mimpi. Sekarang, kalau dilawan sama argumen ayah yang merujuk pada fast track, kayaknya kalah. Nggak ada jaminan emang terhadap keinginan gue dan ayah. Tapi, gue pikir apa bisa gue mengecewakan ayah gue walau itu sebuah keinginannya? Dan gue nggak mau dan nggak akan pernah membuat orang tua kecewa. 
Teman sudah gue minta pendapatnya, ada yang mendukung dan sebaliknya, tapi tetap ujungnya pada pilihan gue. Dosen pembimbing akademik pernah mendukung tapi nggak gue pikirin banget-banget, selanjutnya gue bakal minta pendapatnya lagi dan pasti gue pikirin pake banget. Gue juga belum mencurahkannya detil sama Allah swt, berharap Dia tahu dulu kegalauan gue dan usaha gue cari penerangan, dan pada waktunya gue nanti akan meminta petunjuk-Nya di sholat istikharah. Semoga mendapat petunjuk.
Inilah jalan hidup bersimpangan, dan gue harus mutusin sepuluh hari lagi...