Rabu, 05 Februari 2014

SEMERU ON MY MIND : RANU PANI DAN RANU KUMBOLO

Berdasarkan Wikipedia bahasa Indonesia, RANU PANI adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, di kaki Gunung Semeru. Luasnya 4 hektar. Ranu Pani adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ranu Pani adalah salah satu titik berangkat untuk mendaki Gunung Semeru.
RANU KUMBOLO adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Letaknya di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Luasnya 15 hektar. Ranu Kumbolo adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Di Ranu Kumbolo terdapat tempat perkemahan. Tempat ini adalah salah satu titik berangkat untuk mendaki Gunung Semeru.

Itu kata Si Wiki, lalu inilah RANU PANI DAN RANU KUMBOLO kata Mega. Hehehe... Check this out!

Perjalanan Jejak 22 ‘n friends untuk mendaki Gunung Semeru diawali dengan menginjakan kaki di Ranu Pani, eh salah, deh. Ralat: Perjalanan Jejak 22 ‘n friends untuk mendaki Gunung Semeru diawali dengan menginjakan kaki di area pinggir Ranu Pani. Dan inilah potret Ranu Pani dari pinggir Ranu Pani sekitar pukul 14.00 WB. 


Ranu Pani (dok. Mega) 

Selanjutnya, masih di pinggir Ranu Pani, kami harus melakukan kewajiban sebelum mendaki, yaitu registrasi. Dapat urutan keseratusan, nggak bikin kami mati gaya karena kami emang banyak gaya. Hahaha…  


Lagi menunggu, pasang gaya dulu! (dok. Mega) 
Setelah makan bakso, tetap gaya! (dok. Mega) 
Setelah sholat, masih gaya! (dok. Mega) 
Jejak 22!!! Gaya teruuus... (dok. Mega)
Maka dari itu, gue namakan RANU PANI menjadi RANU FUNNY… Ya, pokoknya bisalah have fun di sini walau lo harus nunggu buat registrasi. Hahaha… *joget-joget India. 
Setelah menunggu hingga Ashar, kami memulai perjalanan mendaki Gunung Semeru. Doa di Ranu Pani ini mengawali kaki kami melangkah ke aspal, tanah, rumput, pasir, genangan air, batu, serasah Gunung Semeru. Target awal kami adalah dapat bermalam di Ranu Kumbolo yang katanya bisa ditempuh sekitar 4-5 jam.
Jejak 22 'n friends bergaya di gardu selamat datang para 'pejuang' Gunung Semeru (dok. Mega) 
Di dalam 4-5 jam itu, ada pemandangan sawah, ada pohon, ada semak, ada turunan sedikit, ada yang mendatar, ada tanjakan yang banyak. Tapi tenang, tanjakan hingga ke Ranu Kumbolo masih terbilang landai tapi jauuuh sampai-sampai kaki gue keceblos di lubang (hubungannya apa? -,-a). Perjalanan dari pukul 16.00 itu mulai gelap saat Maghrib dan mulai terasa dingin. Lo bakal mendengar deru angin yang berkejaran di sela-sela pohon. Beeer beeer beeeeeer…
Di saat kaki sudah ingin diistirahatkan dan ingin banget sudah bisa tidur di dalam tenda, jalan menuju Ranu Kumbolo pake macet bro… Apakah Si Komo lewat? Gue nggak tahu! Yang gue mau tahu adalah Jabodetabek harus bebas macet (-,-a). Akhirnya, kami sampai di Ranu Kumbolo di malam hari (pukul 21.00) Ooooh… Ranu Kumbolo… Oooh indahnya… belum keliatan…
Adegan Jack and Rose harus ada di episode ini karena Jejak 22 ‘n friends terbagi menjadi dua tim dan saling mencari satu dengan lainnya. “Jack…” “Rose…” Oooh… But in this scene, there’s no so sweet scene like Jake and Rose said something sweet. Yang ada “Aduh, kemana, sih? Dari tadi udah diteriakin nggak kedengeran, ya?” Dery berkata sambil manyun-manyun. Capeeek euy… Yap, langsung bangun tenda, makan, terus tidur, nggak lupa pake menggigil. Jujur aja sih, gue nggak bisa tidur… T.T
Di dalam ketidaktiduran gue, gue mendengar nyanyian, bro! Cewek! Tapi ini nggak mistis, kok. Wong yang nyanyi pendaki cewek yang kayaknya nggak kesampean jadi penyanyi. Kasihan. Suaranya bisa terdengar di seluruh penjuru Ranu Kumbolo. TOA euy…
Hingga… Seorang pendaki menyerukan Adzan Subuh. Allahu Akbar! Syahdunya dingin di Ranu Kumbolo menemani… Sholat, bersih-bersih diri, sarapan, captured moments, dan sebagainya hingga pukul 08.00 dan kami harus melanjutkan perjalanan ke Kalimati. 


Lagi bergaya di Ranu Kumbolo (dok. Mega)

Oh... Ranu Kumbolo membuat gue berpikir "Kapan ya gue bisa dayung sampan di sana?" *eeeh salah... Yang pasti, kagum gue sama Ranu Kumbolo dan nggak boleh ada yang merusak keindahan ini!  


Ranu Kumbolo (dok. Mega)
RANU KUMBOLO… Indah banget! Sebuah karya Tuhan yang Maha Penyayang. Gimana, nggak? Di saat lo kelelahan, Tuhan kasih danau yang gede banget yang airnya bisa menghapus kekeringan di kerongkongan lo. Cold and Cool… Ditambah pemandangan danau komplit dengan matahari yang menyapa di pagi hari. Thanks, God.
RANU KUMBOLO… Ranu memiliki arti danau, sedangkan Kumbolo berarti tempat berkumpul, sehingga makna dari Ranukumbolo adalah danau tempat orang berkumpul. Di sini, dari balita sampai orang tua berkumpul. Di sini, dari yang niat emang ke Mahameru sampai yang cuma rekreasi alam berkumpul. Di sini… Di RANU KUMBOLO… KUMPUL-KUMPUL BROOO!
RANU KUMBOLO… Bisakah menjadi tempat berkumpul lagi bagi kami Jejak22 ‘n friends... di suatu saat nanti… di suatu hari nanti… masih dengan keindahanmu *wish


Baca juga: 
Semeru on my mind: Tanjakan Cinta

Jumat, 13 September 2013

Les Incantades (Islas de Galapago)

Galapagos,
hmm siapa yang akan mengira terperangkap dalam neraka dunia ini. Ooh, semoga Tuhan selalu memberi perlindungan dahsyat kepada para pelayar yang terdampar di sini. apa itu neraka dunia? bukankah mereka pernah mengatakan itu? lalu, mengapa itu mempesona? aku semakin bingung oleh evolusi.

Galapagos,
terlalu aktif, terlalu bergerak. dimanakah Fernandina? dimanakah Isabela? dimanakah Espanola? semua telah berubah kah? dari yang merah menjadi hitam, dari yang aktif menjadi mati, dari yang ganas menjadi lunak. muncul dan tenggelam, muncul dan tenggelam, muncul dan tenggelam.

Galapagos,
hey Darwin, pantas pendahulumu takut, mereka melihat naga dari lautan, mereka melihat raksasa dalam kepulauan, mereka melihat si penukar sayap dengan kerampingan. mungkin inilah daerah terkutuk! lebih terkutuk di saat kau minum dari tanahnya itu lebih asin dibanding lautnya.

hey Darwin, apa yang kau temukan? sebuah perubahan besar katanya. apa itu? terilhami dari neraka tersebut. Ups, aku salah! maaf, bukan kau yang bilang itu neraka tapi pendahulumu tapi kau tak perlu berpura-pura untuk menutupi ketakutanmu di pulau itu, kau pun merasa tak jauh beda dengan pendahulumu.

hey Darwin! ssst, ternyata kau sedang melihat lebih dekat, dan lebih dekat lagi. mengilhami sebuah asal muasal kehidupan. hingga perubahan besar terjadi setelahnya. kau sedang melihat kerangka burung beo! baiklah, aku tak mau mengganggu. 

Galapagos, 
tenaga vulkanik yang memberi tekanan untuk ada dan tiadanya pulau-pulau, pertemuan panas dingin yang memberi kekayaan pada lautan, pergerakan yang membuat pewarnaan pada pulau memberi kehidupan. dan muncullah kekayaan. 
kekayaan Katulistiwa yang membelalakkan mata, 
keanekaragaman yang langka, 
kehidupan yang ditemukan, 

Galapagos, 
dengan booby si kaki biru menyentak ombak, dengan iguana laut di tepi karang, dengan sally light foot yang merah terang, dengan kadal lahar yang memakan lalat si singa laut, dengan burung Finch yang memamah parasit si penyu raksasa, dengan flamingo besar yang putih langka, dengan elang pemangsa iguana laut, dengan comorant yang tak dapat terbang tetapi memilih ramping, dengan paus sperma di lautan, dengan burung hantu bertelinga pendek yang menunggui petrel galapagos, dengan lebah-lebah yang mendengung mencari nektar

dari Galapagos, kita belajar bahwa semua akan berubah dan beradaptasi dengan lingkungannya. siapa yang tak dapat menyesuaikan, dialah yang binasa. lalu keabadian muncul disertai dengan tarian ritual masa lampau yang berhasil

"Hidup memang keras tetapi hidup bukan neraka" 
"dari hitam dan putih bisa menjadi berwarna" 
"dari yang terkutuk menjadi Les Incantades" 





#Galapagos (Kepulauan Kura-kura) yang mengilhami Charles Darwin menemukan teorinya.



Baca juga:
3 Hati. 2 Cinta. 1 Dunia

Minggu, 21 Juli 2013

tapi tidak dengan cinta...

inilah suatu masa dimana kita bisa merasa
begitu merasa
suatu hari kau dan aku bersama dengan dekap
begitu dekat
kita berpikir atau malah bertanya?
hanya kita yang menduga

aku takut kau pun takut
tak berani berkata ini apa
aku mau kau pun ternyata mau
urusan hati paling dinanti tak mau pergi

terlalu muda atau naif urusan ini
kita hanya tak berkata
lagi dan lagi
merasa dunia akan mendukung kita

tapi waktu pun menjawab
karena kita tak mampu berkata
hari-hari yang dilalui hanyalah tanya
kini adalah pijakan yang mesti dijawab

aku pikir untuk tetap pada jalan ini 
tapi waktu pun yang menentukan
kau berbeda dalam hal ini
berbelok untuk menepi dalam kebenaran

aku tertinggal
jujur, aku tertinggal dari kesebelahpihakanmu
aku mengerti dalam kebenaran ini
kau malah lebih mengerti

tapi, saat ini aku dan kau telah jadi lain
sombong berpikir paling benar
aku yang terlalu angkuh agar dihargai
kau yang terlalu angkuh agar sendiri

kita memang berbeda dalam cara
kita memang berbeda dalam pikir
kita memang berbeda dalam bicara
tapi tidak dengan cinta... 

Rabu, 26 Juni 2013

KUDIS (Kunjungan Industri) BIOLOGI Tahun 2013

Bring Our Knowledge To The Real Experience Itulah tema yang diusung Kunjungan Industri Biologi 2013. Kunjungan industri ini diadakan pada tanggal 7 Juni 2013 membawa segudang ilmu dan wawasan yang luas dari aplikasi ilmu dan dunia perindustrian. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh Civitas Biologi yang diinisiasi oleh Himabio khususnya Divisi PSDM. Kunjungan industry ini ke PT Amerta Indah Otsuka dan PT Yakult Indonesia.
Kunjungan industri di PT Yakult Indonesia, Sukabumi
Kunjungan industri yang diikuti oleh 100 mahasiswa Biologi ini mendapat sambutan yang baik dari kedua pihak industry. Pada pukul 09.00 WIB, bus kami sampai di PT Yakult Indonesia. Kami segera masuk ke dalam sebuah ruang dan mendengarkan penjelasan tentang produk Yakult serta pemutaran video produksi oleh salah satu pihak Propaganda Yakult. Penjelasannya meliputi awal penemuan Yakult, manfaat Yakult, bagaimana Yakult diproduksi hingga aman dikonsumsi, dan penanganan limbah pabrik Yakult. Penemuan Yakult diawali dari penelitian seorang dokter, yaitu Dr. Minoru Shirota yang berkonsentrasi pada mikroorganisme  menguntungkan untuk pencegahan penyakit. Ia mengembangkan bakteri asam laktat yang mampu melawan bakteri berbahaya yang mengganggu sistem pencernaan. Pada tahun 1930, Dr. Minoru Shirota menjadi orang pertama yang mengembangkan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pencernaan manusia yang kemudian dinamakan Lactobacillus casei Shirota strain. Pada tahun 1935, Dr. Minoru Shirota berhasil menciptakan minuman probiotik Yakult yang mengandung bakteri berguna Lactobacillus casei Shirota strain yang bermanfaat bagi pencernaan manusia. Minuman ini kemudian dijual di Jepang dengan harga yang terjangkau. Maka dari itu, Yakult dikenal sebagai pelopor minuman probiotik. Dalam mendukung usaha penelitian pada bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, pada tahun 1967 didirikan pusat penelitian Mikrobiologi Yakult (Yakult Central Institute for Microbiological Research) di Tokyo, Jepang. Yakult Central Institute telah melakukan beragam penelitian untuk mengembangkan produk-produk dengan menggunakan bakteri yang bermanfaat.
Selanjutnya, kami diajak untuk melihat proses produksi di lantai 2. Di ruang tersebut, terlihat tangki-tangki dan mesin-mesin otomatis yang memproduksi Yakult. Di dalam ruang Quality Control, terlihat pegawai-pegawai laboratorium yang bekerja. Alat, ruang, dan mesin dijaga kebersihannya dan dikontrol prosesnya untuk menjamin kualitas produk. Setelah itu, kami kembali ke ruang lantai 1 untuk tanya-jawab dan mendengar penjelasan kembali. Sebuah kebanggaan, saat itu, Yakult pun dikunjungi oleh Manager Marketing dari Yakult Singapura sehingga tanya-jawab pun semakin menarik. Pengetahuan kami di bidang mikrobiologi menjadi lebih berwarna setelah mengetahui proses pembuatan Yakult.
Kunjungan industri di PT Amerta Indah Otsuka, Sukabumi
PT Amerta Indah Otsuka adalah tujuan berikutnya dari kunjungan industri ini. Setelah melaksanakan sholat Zuhur, kami bergegas ke pabrik tersebut yang jaraknya pun tidak jauh dari PT Yakult Indonesia. Kami segera disambut oleh pihak R&D dan dibagikan semacam koin untuk mengambil salah satu produk pabrik ini, yaitu Pocari Sweat.  Di sebuah auditorium berlatarkan pemandangan Gunung Salak, kami mendengarkan penjelasan tentang bagaimana Pocari Sweat ditemukan, bagaimana cara produksinya, dan penanganan limbah. Pocari Sweat merupakan minuman pelopor pengganti ion tubuh yang awalnya dikembangkan di Otsuka Pharmaceutical Co, Ltd atas prakarsa Direktur Akahiko Otsuka. Pembuatan formula Pocari Sweat diawali dengan serangkaian penelitian terhadap konsep, komposisi, dan rasa oleh Harima dan Akahika Takaichi yang merupakan tenaga ahli di Otsuka Pharmaceutical Co, Ltd. ‘Pocari’ berarti menyegarkan, ‘sweat’ berarti keringat. Konsep minuman ini adalah minuman kesehatan yang menyegarkan dapat dikonsumsi untuk menggantikan ion tubuh yang keluar melalui keringat. Pada tahun 1980, Pocari Sweat diperjualkan secara bebas dengan tujuan menjelaskan konsep produk kepada masyarakat di Jepang dan menciptakan pasar baru dalam dunia perindustrian. Pocari Sweat dipasarkan di Indonesia pada tahun 1989.
Pembuatan minuman tersebut dilakukan secara otomatis dengan mesin. Dan terdapat dua teknologi dalam filling cairan ke dalam kemasan, yaitu dengan cara aseptic atau cold filling dan o-hot. Kedua teknologi itu pun berbeda dalam penggunaan biji resin dalam pembuatan botol kemasan. Setelah itu, kami masuk ke dalam galeri produk PT Amerta Indah Otsuka yang dipasarkan di Indonesia dan luar negeri.

Sore, sekitar pukul 15.30 WIB, kami segera menuju bus dan meninggalkan Sukabumi. Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan untuk menjadi pembelajaran yang berharga. Bukan hanya pengaplikasian ilmu yang didapat di kampus tetapi pengalaman orang-orang sukses yang kami saksikan dalam pemutaran video pun kami dapatkan. Semoga kunjungan industry ini membuka wawasan dan stimulus untuk meningkatkan potensi diri.  

Sabtu, 23 Maret 2013

Kesempatan itu harus dipertimbangin!

"Kesempatan itu harus dipertimbangin!" Ayah berulang kali berkata seperti itu di sela-sela waktu bersama.
Nggak aneh kalau orang tua mau yang terbaik buat diri anaknya. Dan sebagai orang yang udah lebih tua dan pasti banyak pengalaman, gue juga nggak menampik pemikirannya. Pendapat ayah tentang studi gue dimulai setelah gue ngomong ke bokap tentang fasttack, itu loh dalam 5 tahun bisa S1 dan S2. Gue bilang ke bokap karena gue pikir itu hal yang biasa, ada ini ituh di kampus ya terbuka aja. Eh, salah pikir gue, ayah gue justru tertarik sama program begituan, yang alhasil membuat gue galau. 
Awal gue cerita saat itu lagi anterin gue balik ke Bogor, perbincangan di atas motor serasa santai banget dan nggak ada tuh unsur ini itu di dalamnya. Suatu hari gue balik ke rumah, ayah mulai berbincang tentang karirnya dan keinginannya. Maklum, gue anak pertama dan gue suka dengerin ayah curhat masalah begituan walau nggak jarang juga gue ikut komentar berkebalikan sama ayah. Ayah mulai ngomongin studi, dia mulai mencanangkan kata "Kalau menurut ayah, bagus ada fasttrack". Ok, gue nggak ambil pusing sih, itu kan pendapat ayah, nah mulai gue balikin dengan pendapat gue bahwa gue nggak mau di kampus yang sama, gue mau lanjut di luar negeri. Stop bicara itu bagi gue, ternyata stop semacam pending bagi ayah. 
Tepatnya, saat gue sebagai pagar ayu di hajatan saudara, di tengah hujan deras, ayah ngomongin praktek lapang buat gue, syalalala... lama-kelamaan menjurus ke fast track (lagiiii). Kesana kemari ayah bicara tentang pengalamannya, temannya, dan orang-orang yang dikenalnya yang intinya, studi pasca itu perlu. Gue nggak bisa komentar apa-apa di situ karena gue bingung. Gue inget hal-hal tentang pengorbanan ayah buat gue serta kebebasan gue buat kemana aja, nggak pernah beliau melarang gue asal itu baik. Gue kayak dilema tuh di situ, gue sebagai anak ingusan tau apa sih dibanding beliau (gue pikir). Dan buktinya, niat gue bersama sahabat-sahabat SMA buat hiking ke Semeru, ayah dan umi gue membalas sms dengan mudahnya bilang 'boleh', dan nggak banyak tanya padahal umumnya kan banyak tanya (hhe), begitu percayanya mereka sama gue. 
Sekarang, ayah lama-kelamaan seperti memaksa buat ambil fast track. "Kapan lagi? Coba pikir kalau udah masuk dunia kerja, nanti malah nggak kepikiran ambil S2. Mungkin nantinya, bisa memperlancar kamu buat di dunia kerja". Dan kata-katanya keluar "Kesempatan itu harus dipertimbangin!"
Pertimbangin, dulu udah pernah tapi nggak seberat ini. Gue menyusun mimpi, gue akan kerja di industri pangan, terus gue belajar dari situ buat mendirikan perusahaan di bidang pangan. Yah, emang nggak jelas sih, tapi gue kan udah menyusun sebuah mimpi. Sekarang, kalau dilawan sama argumen ayah yang merujuk pada fast track, kayaknya kalah. Nggak ada jaminan emang terhadap keinginan gue dan ayah. Tapi, gue pikir apa bisa gue mengecewakan ayah gue walau itu sebuah keinginannya? Dan gue nggak mau dan nggak akan pernah membuat orang tua kecewa. 
Teman sudah gue minta pendapatnya, ada yang mendukung dan sebaliknya, tapi tetap ujungnya pada pilihan gue. Dosen pembimbing akademik pernah mendukung tapi nggak gue pikirin banget-banget, selanjutnya gue bakal minta pendapatnya lagi dan pasti gue pikirin pake banget. Gue juga belum mencurahkannya detil sama Allah swt, berharap Dia tahu dulu kegalauan gue dan usaha gue cari penerangan, dan pada waktunya gue nanti akan meminta petunjuk-Nya di sholat istikharah. Semoga mendapat petunjuk.
Inilah jalan hidup bersimpangan, dan gue harus mutusin sepuluh hari lagi...

Rabu, 06 Maret 2013

Upgrading Himabio Kabinet Neuron 2012/2013 (1)

Kapan lagi saatnya? Menyatukan impian serta visi kita dalam sebuah kabinet baru. Kalau tidak datang, bisakah kita menjadi keluarga yang utuh? Karena hari ini adalah awal dari aksi kita, menyatukan semangat serta hati kita!

Design Neuron Himabio (Mg) 1
Himpunan Mahasiswa Biologi Kabinet Neuron mulai unjuk gigi! Berawal dari Upgrading dengan konsep yang lain dari sebelumnya. Upgrading yang diketuai oleh Bustomi dan dibantu dengan para PSDM squad lainnya, diadakan dua hari, yaitu Sabtu, 2 dan 9 Maret 2013. Lebih menggugah! Yuk, kita lihat acaranya seperti apa...

Sabtu, 2 Maret 2013, pukul 08.30 WIB, disiarkan langsung dari Ruang Pinus 2 Faperta, Mega dan Arif (master of ceremony) memulai acara dengan gaya dan prolog yang menyenangkan. Opportunity cost, kalau Arif bilang, analogi dari kehadiran teman-teman Himabio sebagai perelaan dari sesuatu karena memilih sesuatu yang lain. Pastinya, teman-teman Himabio tahu itu hal yang sangat bermanfaat dan penting, maka mereka hadir di acara upgrading dengan nama Neurobrightor (Neuron upgrading for the best biology legislator). Wuuuih, keren bukan namanya? Keren juga loooh acaranya.

Acara pertama dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Zulfikar Arsa, ketua divisi PSDM. Selanjutnya, menanjak menjadi syahdu dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IPB. Terus ada sambutan dari Bustomi dengan gaya Bung Karno dan sambutan dari Ahmad Rifai dengan gaya Pak Umar Bakrie. Materi pertama bertemakan Himabio dari generasi ke generasi. Ahmad Rifai (Ketua Himabio 2012/2013) sebagai moderator, mempersilahkan Kak Yadi, Kak Ridwan, dan Kak Fajar untuk mengungkapkan bagaimana Himabio itu pada zamannya. Kak Yadi, dengan presentasinya menjelaskan pentingnya sebuah komunikasi atau silaturahmi. Sampai-sampai, kami diajak berjanji untuk menjaga rumah kami, Himabio! Kak Ridwan menjelaskan pentingnya menghargai waktu. Ayooo, siapa yang datang tadi telat? Jangan ulangin lagi, ya... Kak Fajar, menyebut-nyebut tentang 'kutu'. Apa maksudnya? Ini tentang keberadaan kutu yang lebih baik di luar, melihat dunia dibanding terus menerus galau di bawah rambut *eeeh, ini berfokus pada sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Great! Kita terus mendapat istilah-istilah baru serta pengetahuan untuk memperdalam keorganisasian Himabio. 

Materi kedua, lebih menggungah! Ini karakterku, apa karaktermu? Dipimpin oleh Kak Abdul Basyir dari Atom Indonesia, kita diberikan waktu 10 menit untuk mengisi kuesioner berupa pilihan-pilihan karakter. Dan... hasilnya, beragam, ada yang berkarakter sanguinis, korelis, melankolis, dan plegmatis. Terus apa bedanya? Oke, dibahas, ya. Sanguinis, si empunya karakter ini biasanya blak-blakan, suka tampil, easy going, dan humoris tapi suka lupa, egois, dan kadang tidak produktif. Si korelis adalah yang punya jiwa pemimpin, kuat, optimis, produktif, aktif, jadi dominan dalam suatu forum, tapi ialah si ceroboh karena serba cepat maunya. Melankolis, si cerdas, si setia, yang sensitif, yang rela berkorban, dan perfecto! tapi suka lama ambil keputusan, pemurung, dan negative thinking. Terakhir, si plegmatis, tipe orang yang sabar, menyenangkan, punya sikap pendamai, tenang, tapi suka egois juga, menunda pekerjaan, dan ngga punya motivasi. Nah, sudah tahu karaktermu belum? Buat apa sih kita tahu itu? Perlu pastinya dalam mengenal diri sendiri karena kita dapat mengetahui potensi dan kapasitas yang kita miliki sehingga kita dapat belajar, refleksi diri, dan memperbaiki kekurangan sehingga bangga jadi be your self and can do the best! Dalam organisasi, bagaimana? Nah, dengan tahu karakter teman-teman kita, kita bisa saling memahami sehingga tahu orang-orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat *tapi ini bukan maksud buat underestimating loh, tapi tahu kapasitas. Paham dalam menghadapi si sanguinis seperti sikap memaklumi atas tingkahnya yang blak-blakan, si melankolis yang suka pesimis perlu diberi kata 'all iz well' biar dirinya nggak merasa tertekan, si korelis yang suka dominan ini yaaah kita siap mengalah atau berkepala dingin deh kalau mau diskusi sama yang ini takutnya malah main dominan-dominanan lagi, kalau si plegmatis wajib diberi motivasi, nih maklumlah si tipe ini suka nggak punya motivasi jadi kita siap buat jadi cheerleader buat nyemangatin. Nah, penting, kan? Memang karakter ini nggak sepenuhnya adalah karaktermu, tapi seenggaknya bisa mewakili karaktermu. Jadi, kita bisa mengenal diri sehingga dapat melakukan hal yang be your self untuk memberikan kontribusi maksimal yang do the best. Sepakat!

Menginjak hingga sore, acara focus group discussion dimulai. Ada kakak-kakak pembimbing dari Himabio 2011/2012 membimbing kita di tiap group. Progressif! Kita menyimpulkan berbagai masalah yang ada di Himabio dan mendiskusikan solusi-solusi yang dianggap tepat untuk masalah yang ada. Semoga semua permaslahan ini menjadi pelajaran yang nantinya bisa kita perbaiki bersama secara profesional. Kesepakatan-kesepakatan pun telah lahir setelah itu, tetapi kesepakatan untuk menghargai waktu adalah yang utama. Selamat, keluarga Neuron, kita telah meng-upgrade diri menjadi sistem diri yang lebih profesional. Ingat, upgrading ini masih ada lanjutannya di Sabtu depan, biar sistem operasi diri kita saling berinteraksi secara sempurna. Semangat, Para The Best Legislator!

Laporan : Megawati, 6 Maret 2013

Senin, 25 Februari 2013

Umbi Lapis dan Kacang Tanah


Umbi Lapis
Umbi lapis atau yang kita kenal salah satu contohnya adalah bawang memiliki umbi yang terstrukstur lapisan-lapisan dari pelepah daun. Daun muncul pada bagian ujung umbi sedangkan akar serabut akan muncul pada bagian bawah umbi. Perkembangbiakan umbi lapis ini dengan suing yaitu pada tunas ketiak paling luar. Suing awalnya mendapat makanan dari induknya. Siung bisa berfotosintesis saat suing memiliki daun dan akar. Maka, cara perbanyakan umbi lapis ini adalah dengan siung yang nantinya dapat berakar dan berdaun sendiri setelah dipisahkan dari induknya. Contoh umbi lapis antara lain bawang merah, bawang putih, bunga bakung, dan bunga tulip.

Kacang tanah (Arachis hypogaea)  
Kacang tanah adalah tumbuhan yang bepolong di bawah permukaan tanah. Kacang tanah termasuk tanaman legum-leguman yang memiliki perakaran yang dalam di bawah tanah. Polong kacang tanah yang merupakan bagian yang dimanfaatkan terbentuk di bawah tanah. Polong ini berasal dari perkembangan ginofor.
Bunga yang berhasil mengalami penyerbukan biasanya yang terbentuk pada hari kesepuluh. Setelah penyerbukan, ginofor tumbuh dari dasar bunga secara geotropisme dan terus menembus tanah dan setelah dalam, ginofor tumbuh secara mendatar lalu membengkak, dan membentuk polong. Perbanyakan kacang tanah secara generatif dilakukan dengan biji.