Jumat, 27 Maret 2015

Proses Manusia - Dewasa

Proses manusia:

Islam membagi dua: anak2 dan dewasa
Pendidikan saat ini: anak2, remaja dan dewasa.

Telaah ciri2 orang dewasa :
- tahu mana baik mana ngga
- bisa menempatkan diri atau mengontrol dirj

1. Aktif
Aktif pada masyarakat, organisasi, kemahasiswaan (kegiatan sosial).
2. Memiliki rasa syukur dan taat pada orangtua
Akan melakukan sesuatu karena itu tugasnya/ kewajiban.
3. Tidak bergantung pada orang lain
Punya target dan perencanaan ke depan.
4. Pandangannya jauh ke depan
Memandang berbagai sisi (min. baik buruknya) pada pernyataan, pemikiran, dan pertanyaan.
5. Mudah sebagai atasan
Dianggap punya banyak pengalaman dan bertukar pikiran.
6. Perhatiannya lebih dalam
Fokus (mendalami); peka; dan peduli. Saat dewasa, kitalah yang memperhatikan orang lain.
7. Kesediaan untuk dikontrol
Bisa mengontrol dan dikontrol. Ketika diberikan feedback oleh orang lain, kita bisa menerima dan berbuat lebih baik. Bukan dipengaruhi oleh orang lain.
8. Lebih kreatif
Tuntutan membuat kita lebih kreatif. Ketika menghadapi masalah, justru kreatif dlm membuat solusi (planning).

#liqo with Mbak Dewi

Sabtu, 21 Maret 2015

Menyiapkan Anak Laki-laki ttg Mimpi Basah

🚜Menyiapkan anak laki-laki mimpi basah ( Aqil Baligh)🚜
by Elly Risman Ykbh

Dear Parents…

Salah satu kewajiban orang tua adalah menyiapkan putra putrinya memasuki masa puber / baligh. Biasanya anak perempuan yang lebih sering dipersiapkan untuk memasuki masa menstruasi. Jarang, para ayah yang menyiapkan anak laki-lakinya menghadapi mimpi basah. Ini adalah tanggung jawab Ayah untuk membicarakannya kepada mereka. Mengapa harus ayah ? Karena anak laki-laki yang berusia di atas 7 tahun, membutuhkan waktu yang lebih banyak dengan ayahnya, dari pada dengan ibunya. Dan jika bicara seputar mimpi basah, ibu tentu tidak terlalu menguasai hal-hal seputar mimpi basah dan tidak pernah mengalaminya bukan ? Namun, bila karena satu hal, ayah tak sempat dan tidak punya waktu untuk itu, ibu-lah yang harus mengambil tanggung jawab ini.

🚜Tips Menyiapkan Anak Laki-laki Menghadapi Mimpi Basah

Untuk pertama kali, kita akan membicarakan tentang apa itu mimpi basah, dan bedanya mani dengan madzi, dan apa yang harus dilakukan jika keluar cairan tersebut. Agar anak bisa membedakan antara mani dengan madzi, persiapkan terlebih dahulu alat-alatnya :

⚽Untuk mani : Aduk kanji/tepung sagu dengan air, jangan terlalu encer, hingga masih ada butir-butir kecilnya. Beri sedikit bubuk kunyit, hingga menjadi agak kuning. Taruh di wadah/botol.

⚽Untuk madzi : Beli lem khusus, seperti lem UHU. Berikutnya siapkan waktu khusus dengan anak untuk membicarakannya.

🚜Apa saja yang harus disampaikan :

⚽Pertama, sampaikan kepada mereka bahwa saat ini mereka telah tumbuh berkembang menjadi remaja, dengan adanya perubahan-perubahan pada fisik mereka. Dan sebentar lagi mereka akan memasuki masa puber / baligh.

Contoh : “Nak.. ayah lihat kamu sudah semakin besar saja ya..Tuh coba lihat tungkai kakimu sudah semakin panjang, suaramu sudah agak berat. Waah..anak ayah sudah mau jadi remaja nih. Nah, ayah mau bicarain sama kamu tentang hal penting menjelang seorang anak menjadi remaja atau istilahnya ia
memasuki masa puber / baligh”

⚽Di awal, mungkin mereka akan merasa jengah dan malu. Namun, yakinkan kepada mereka, bahwa membicarakan masalah tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tua, yang nanti akan ditanyakan oleh Allah di akhirat.

⚽ Ketika berbicara dengan anak laki-laki yang belum baligh, gunakan the power of touch. Sentuh bahu atau kepala mereka. Hal ini telah dicontohkan oleh Rosulullah Muhammad yang sering mengusap bahu atau kepala anak laki-laki yang belum baligh. Hal ini dapat menumbuhkan keakraban antara ayah dengan anak. Jika sudah baligh, mereka tidak akan mau kita sentuh.

⚽Gunakan juga jangkar emosi (panggilan khusus, yang bisa mendekatkan hubungan kita dengan anak), misalnya: nak, buah hati papa, jagoan ayah, dan lain-lain.

🚜Sampaikan kepada anak kita : Tentang mimpi basah & mani

⚽Bahwa karena ia telah memiliki tanda-tanda / ciri-ciri memasuki masa puber, maka pada suatu malam nanti, ia akan mengalami mimpi sedang bermesraan dengan perempuan yang dikenal ataupun tidak dikenal. Dan pada saat terbangun, ia akan mendapatkan cairan yang disebut mani. (Kita beri tahukan kepada mereka contoh cairannya, yaitu cairan tepung kanji yang telah kita persiapkan). Peristiwa itu disebut mimpi basah.

⚽Jika seorang anak laki-laki telah mengalami mimpi basah, tandanya ia sudah menjadi seorang remaja / dewasa muda. Dan mulai saat itu, ia sudah bertanggung jawab kepada Tuhan atas segala perbuatan yang ia lakukan, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Pahala dan dosa atas perbuatannya itu akan menjadi tanggungannya. Dalam agama Islam, ia disebut sudah mukallaf.

⚽Beritahukan kewajiban yang harus dilakukan setelah mengalami mimpi basah (sesuai dengan ajaran agama masing-masing).Dalam Islam, orang yang mimpi basah diwajibkan untuk mandi besar /mandi junub, yaitu :

1⃣Bersihkan kemaluan dari cairan sperma yang masih menempel.

2⃣ Cuci kedua tangan.

3⃣ Berniat untuk bersuci

4⃣Berwudhu.

5⃣Mandi, minimal menyiram air ke bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, dan ke bagianj sebelah kiri sebanyak tiga kali, hingga seluruh anggota tubuh terkena air.

6⃣Cuci kaki sebanyak tiga kali.

⚽ Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan.

🚜 Tentang madzi

⚽Jika ia melihat hal-hal / gambar-gambar yang tidak pantas dilihat oleh anak (gambar yang tak senonoh), maka bisa jadi, ia akan mengeluarkan cairan yang disebut madzi. (Kita beri tahukan
kepada mereka contoh cairannya, yaitu lem UHU).

⚽Cara membersihkannya cukup dengan : mencuci kemaluan, mencuci tangan lalu berwudhu.

⚽ Ingatkan kepadanya, jika ia tidak melakukannya, ia tidak bisa sholat dan tidak bisa membaca Al Qur’an.

⚽Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan.

🚜Hal penting yang harus kita ingat sebelum membicarakan masalah ini kepada anak adalah kita berlatih dahulu bagaimana cara menyampaikannya. Mengapa ? Agar komunikasi yang akan kita lakukan tidak tegang, dan berjalan dengan hangat. Agar anak merasa nyaman dan ia dapat menerima pesan yang kita sampaikan dengan baik.

Selamat mencoba …

-Elly Risman- —

Minggu, 22 Februari 2015

tobewow: Seminar Bullying dan Pornography

WOW Seminar Bullying&Pornography -

Seminar tobewow
Pembcr: Ibu Ida Nur'aini

Bullying and Pornography

Bullying sering dilakukan secara sadar tidak sadar oleh ortu, guru, dan teman. Sadar tidak sadar, bullying awal dilakukan oleh orangtua. Seperti: mengancam anak (Kamu kalau nggak mandi, nggak boleh keluar rumah!) Hal itu dapat menurunkan harga diri anak secara verbal. Dikhawatirkan nanti saat dewasa, anak melakukan aktualisasi diri. Ajarkan pada anak harga diri, bersikap tegas thd sesuatu yg salah. Co: jika dipukul, ajarkan pd anak untuk menyatakan tidak suka dan perbuatan tsb salah.

Pornografi adalah hal yg tidak langka lg di era digital saat ini. Anak2 dgn mudah mengakses situs2 porno. Hal ini diawali dari iseng, bercanda, ikut2an, dan diajak teman. Bahkan ada kasus pedagang mainan mengenalkan video porno kpd anak2 dgn imbalan 2000 per video.

Ciri2 anak terpapar pornografi:
- berlama2 di kamar mandi
- tidak konsentrasi
- mengunci diri di kamar
- takut memperlihatkan aktivitas gadgetnya
- sering memegang pantat dan membuka celana orglain
- mencium adik di bibir/ tidak wajar

Pencegahan dan penanganan paparan thd pornografi diawali dari keluarga. Jadikan keluarga sbg tempat berdiskusi. Saat anak tidak nyaman curhat kpd ortu maka dikhawatirkan berdiskusi dgn temannya dgn pemahaman yg kurang/salah shg anak berbuat salah.

1. Tingkatkan romantisme dlm keluarga. Spt: kebiasaan berbicara romantis kpd anak, dengan sentuhan/pelukan, dan family time yg efektif. "Apa kabar, sayang?/ Nak, pulangnya jgn lama2 ya, nanti Bunda kangen sm kamu/ ILU Nak, dsb". Sentuhan/pelukan perlu dibiasakan agar anak tdk merasa asing dan tdk kurang perhatian dr klg. Jika tidak, anak cenderung melakukan romantisme dgn org lain. Fyi: Sentuhan/pelukan pd usia remaja: di kening dan pelukan dgn merangkul samping (pd ibu kpd ank lk2 remaja). Famly time yg efektif: spt sediakan waktu khusus ayah dgn ank lk2nya dan ibu dgn ank pr serta waktu kumpul klg bersama.
2. Ajarkan anak membersihkan kelamin sejak dini (sebelum 4 thn). Usia 4 thn anak sdh memiliki rasa thd kelaminnya. Maka, anak lk2 diajarkan olh ayah. Anak pr olh ibu.
3. Pisah tmpt tidur diajarkan sjk usia 5, max usia 7 sudah pisah ranjang dgn ortu. Begitupun dgn saudaranya. Tegaskan waktu2 khusus anak tdk boleh masuk ke kamar ortu.
4. Ajarkan rasa malu pada anak. Spt: menutup daerah sensitifnya sjk dini.
5. Jika memilih pesantren: cek kamar mandi dan ranjang. Kamar mandi: pilih yg tertutup (tdk terbuka dan campurbaur). Ranjang terpisah dgn santri lain (tidak dlm satu ranjang dan satu selimut). Hal ini diperhatikan agar tidak tjd kasus LGBT Lesbian Gay Bisex Transgender.

Kapan anak diajarkan pend. Sex?
- saat anak mulai bertanya. Disesuaikan dgn usia agar anak mengerti. Co: diajarkan detil ttg pembuahan saat usia 13 serta diberi pemahaman agama. Pemahaman haids oleh ibu. Mimpi basah oleh ayah. Gunakan bahasa yg baik untuk dubur dan qubul, bukan istilah lain.
- saat ada kasus di lingk/ media. Co: Kasus JIS, kaum Nabi Luth.
- saat baligh

Pendidikan sex diawali dgn:
1. Membatasi waktu di kmr mandi: BAK 5 -10 mnt; Mandi max 30 menit.
2. Jiwa maskulin dan feminin. Spt pakaian yg cocok utk lk2 dan perempuan.
3. Diajarkan sjk dini cara membersihkan kelamin (4 thn). Ank lk2 oleh ayah. Ank pr oleh ibu.
4. Dengan shaf solat: dibedakan antara anak lk2 dan pr.
5. Pisah tmpt tidur (tdk seranjang) dgn ortu dan saudaranya.

Bagaimana jika anak sudah menonton pornografi?
- bersikap tenang
- jika anak ingin menonton lg. Ajak anak menonton bersama, peka thdp prilakunya: sering ke kmr mandi dan apa yg dirasakan, lalu beri pengertian/ pemahaman kenapa hal itu terjadi. Masukkan nilai2 norma dan agama. Hal ini butuh proses dan kesabaran hingga anak benar2 memutuskan untuk meninggalkannya.
- INGAT! Jangan ajak anak menonton jika belum pernah menonton! Hal2 di atas dilakukan jika anak pernah/kecanduan menonton.

Bagi Orangtua saat ini perlu...
1. Membiasakan komunikasi efektif dgn anak
2. Tidak gaptek
3. Peka thd prilaku anak
4. Memahamkan keberadaan Tuhan dlm hati setiap insan
5. Mengajarkan tanggungjawab dan rasa malu

Semoga kita dapat menjadi orangtua yang dapat mendidik anak2nya dengan pola asuh yang baik sehingga menjadi anak2 sholeh. Aamiin.

Minggu, 15 Februari 2015

Tidak ditargetkan. Tetapi diikhtiarkan

Tidak ditargetkan. Tetapi diikhtiarkan...

Mungkin kalimat itulah yg cocok bagi para pencari cinta seperti kita. Bertanya-tanya siapakah yang akan menemani sisa hidup ini. Seperti apakah dia dan dimanakah bertemunya?

Banyak yang merasa cemas dengan umur mudanya. Banyak yang merasa gelisah dengan umur tuanya.
Yang muda sering merasa acuh tak acuh.
Yang tua sering merasa laku tak laku.

Apakah itu maksud dari Half A Dien? Kalau kita merasa tak peduli dengan nikmat yang Allah karuniakan saat memenuhinya.

Apakah itu maksud Half A Dien? Jika kita merasa dikejar deadline umur dari tradisi agar segera memenuhinya.

Tidak ditargetkan, tapi diikhtiarkan...
Jika kamu yakin bisa menerima segala kelebihan bahkan kekurangan
Jika kamu telah mengantongi ridho wali atau orang tua
Jika kamu dan dia lancar dalam berakad
Maka, bisa jadi, itulah tanda yang diberikan Sang Pencipta Cinta saat memberikan cinta tepat pada hati yang rindu dengan cinta...

Baiklah, teman...
Selamat malam...
(15Feb15)

Rabu, 11 Februari 2015

Aku masih menyakitimu dalam kebisuan ini

Jika kita berdekatan di saat itulah aku menyakitimu. Dan itulah yang kuyakini saat ini.

Setelah kau bilang, "Cinta ini tak pantas kita miliki"

Setelah kau katakan, "Pergi sajalah. Hingga waktu yang menjawab."

Setelah kau sadari, "Ini salah. Ini salah. Dan ini akan tetap salah. Kita harus berhenti."

Setelah kau berusaha tegar, "Hai, apa kabar?"

Setelah kau lelah, "Jangan usik aku!"

Dan hingga saat ini, aku masih menyakitimu dalam kebisuan ini.

Minggu, 17 Agustus 2014

tobewow: Warisan Kaos Kaki Sobek

Kampus Kehidupan: Warisan KAOS KAKI SOBEK.                           

Al-Kisah seorang kaya raya (Milyader), sedang sakit parah..menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya...Beliau berwasiat: Anak-anaku...jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian "tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti.  Singkat cerita Akhirnya sang Ayah meninggal dunia. Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak2nya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki yg robek itu sesuai wasiat ayahnya. Akan tetapi pak modin menolaknya: "maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat..". Terjadi diskusi panas antara anak2 yg ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yg juga ustad yg melarangnya. Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris. Beliau menyampaikan: "sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka ber-sama2 siapa tahu ada petunjuk.."   Maka dibukalah surat wasiat alm milyader  buat anak2nya yg di titipkan kepada Notaris tersebut. Ini bunyinya: Anak-anaku pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaus kaki robek kepada mayat ayah...lihatlah anak2ku padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah dan sawah di-mana2, rumah mewah banyak..tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati. Bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati. Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yg ikhlas. Anak2ku inilah yg ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dg dunia yg sementara. Salam sayang dari Ayah yang ingin kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju Allah....Semoga mengingatkan kita...

tobewow: Ukuran kedewasaan

Cahyadi Takariawan

Hidup berumah tangga memerlukan kedewasaan sikap dari suami dan istri. Banyak masalah atau konflik
yang bermula dari ketidakdewasaan dalam bersikap.
Untuk itulah diantara persyaratan menikah adalah, kedua calon mempelai sudah dewasa. Lalu, apakah ukuran kedewasaan seseorang?
Coba perhatikan, apakah anda pernah melihat orang tua yang bersifat kekanak-kanakan? Sementara anda melihat pula anak muda yang sifatnya sangat dewasa?
Ternyata dewasa tidak selalu identik dengan usia.
Kei Savourie saat memberikan kuliah di kelascinta.com tentang ukuran kedewasaan, mengajukan beberapa pertanyaan berikut:
1. Apakah Anda sudah mengurus diri Anda sendiri, merawat diri Anda sendiri? Karena bila Anda belum
bisa mengurus diri sendiri, Anda tidak akan mungkin bisa mengurus orang lain.
2. Apakah Anda sudah mengambil keputusan sendiri atau masih diputuskan oleh orang lain? Karena bila Anda belum bisa memutuskan untuk diri sendiri, Anda tidak akan bisa memutuskan untuk orang lain.
3. Apakah Anda sudah mampu menangani emosi Anda sendiri? Bila orang-orang di sekitar Anda perlu
melakukan sesuatu agar Anda bisa menahan emosi, Anda sebenarnya adalah bayi tua.
4. Apakah Anda sudah mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan penting tentang hidup Anda? Misalnya, apa visi hidup Anda?
5. Apakah Anda mencari pasangan untuk berbagi kebahagiaan, atau untuk menggantikan ibu yang akan
merawat diri Anda?
Jadi, sudah dewasakah Anda?

Indonesia sudah merdeka tapi saya belum dewasa (Dirgahayu RI, 17-08-2014)