Minggu, 03 Agustus 2014

Bincang-bincang seru di tahun 2014. Ini kita!

Malam hari ini dengan niat mengedit pembahasan skripsi malah buka blog. Kangen sama blog ini yang lama-lama udah nggak ber-ruh.

Pertemuan Sabtu kemarin sebenarnya dilatarbelakangi oleh ajakan Angga untuk jogging dan renang pada Kamis. Tetapi, karena hal-hal itu nggak bisa gue ikuti pada Kamis, gue mulailah mengajak teman-teman lain jogging pada hari Sabtu. Secara liburan masih ada, gue rasa pas banget kalau kita ketemuan Sabtu tanggal 2 Agustus 2014. Dudu OK, Desty OK, Aini OK, Ridha OK, Ade OK, Wahyu OK tetapi sang pelatar belakang bilang "Kalau gue bangun, ya". As usual... 

Pagi menjelang siang, gue dan Ridha baru datang dengan cantiknya sedangkan Aini dan Desty telah lusuh dimakan matahari di Rotunda. Niat jogging terlaksana dengan mengitari UI dan akibat itu gue baru tahu letak-letak fakultas hahaha... *selama ini nggak diperhatikan. Dari MUI yang letaknya dekat Perpustakaan, gue dan Ridha melewati Fakultas Hukum, lalu belok ke kiri, nah itu ada fakultas apa ya (duh lupa), terus lanjut Fakultas Ekonomi, lanjut Fakultas Teknik, juuut Stadion UI, eh berasa ketemu teman SMA yang ternyata hanya kesiweran mata saja, juuut ke Rotunda. Bertemulah kami dengan Aini dan Desty. Sepi gimana gitu... apa karena gue kesiangan, ya? Apapun deh, yang pasti masih ada penjual minuman dan kakek penjual layangan. Layangannya Rp2000 loh! Dikira Rp5000 hahaha berniat nawar nggak jadi karena itu woooow murah euy. Syalalala main-main di Rotunda dengan layangan mungil, merasa mengganggu yang masih jogging berhentilah layangan diterbangkan, hmm padahal nggak terbang-terbang sih.

Oke, para lelaki di Kukel yang secara hellooow gue nggak tahu itu dimana. Akhirnya, kami para wanita keceh ke MUI. Dan kumpulah kami di pojokan kantin MUI yang sebelumnya merasa tergerak hatinya untuk pindah karena ada 'tabunan rokok'. Makan-makan sambil ngobrol ngalor-ngidul sampai gue nggak ngerti inti pembicaraannya kemana. Hingga adzan Zuhur berkumandang, kami memutuskan ke rumah gue (baca: Istana Princess Mega). Pake skenario Ridha tertinggal di MUI biar diboncengi motor Wahyu hahaha mohon maaf ya, Ridha ceritanya biar nggak ada yang naik angkot. Alhasil, Ridha, Dudu, Wahyu, dan Ade nyampe duluan di Istana Princess. Sedangkan sang Princess masih milih-milih sepatu kaca *preeet...

Ki-ka: Ridha, Desty, Aini, Ade, Wahyu, dan Dudu.
Asyiknya tuh di sini! Perbincangan demi perbincangan hadir membumbui pertemuan kita. Dan kabar-kabarnya, salah satu teman SMA akan menyempurnakan agamanya dekat-dekat ini, Insyaallah. Bercerita tentang masa-masa SMA di antaranya kisah memenangkan lomba PMR (tandu) dengan tokoh utama korban ialah gue dan kisah kasih di sekolah yang diperankan oleh Ade dan Ridha *ihiy. Alhasil, Ridha merasa tak enak hati di-ceng-in terus menerus. Padahal Dha, Ade itu hatinya melompat-lompat karena dia kangen di-ceng-in hihihi. Ya kan, De? De? De?... (tanya sama konde). Aduh! Ampun, Dha.

Hati Ridha menjadi gelisah tatkala kentang goreng telah habis dilahap. Hehehe. Ia gelisah karena sang ayah menyuruhnya pulang di kala hari sudah sore. Ridha yang disuruh pulang, malah Wahyu yang pulang duluan. Dan baru tahu, ternyata Wahyu pulang karena malamnya mau ke Pangrango. Awas, ya, Way! Gue nggak rela kalau loe pulang nanti gendong perempuan lain*!
*perempuan lain berbaju putih berambut panjang bernama Kunti hihihihihi...
Setelah Wahyu pulang, gue antar Ridha ke rumahnya, secara Wahyu nggak mau diboncengin Ridha. Hmm eh salah deh, Wahyu nggak mau memboncengi Ridha. Tuh, Dudu! Lo mah mau cewek, mau cowok, mau cowok berbentuk cewek juga mau aja diboncengin.

Perbincangan makin seru, nih. Awalnya apa yah hingga ke pembicaraan ini. Hmm mungkin kisah kasih di sekolah atau syalalala hhe. Lanjut dengan proposal pernikahan dan tanya jawab dengan Ust. Herlambang Satrio. Hhe. Cieeee kita udah gede! Ngomonginnya beda! Hehehe...

Memang suatu saat kita akan menemukan Prince/ Princess kita tapi kita tahu kisah Cinderela yang mempersiapkan dirinya mengikuti pesta istana dengan memohon ibu peri memberikan gaun cantik dan kereta kencana lalu dengan sekejap berubah menjadi cantik jelita dengan gaun dan sepatu kaca hingga akhirnya ia menemukan pangerannya dan hidup bahagia selamanya. Begitu pun ingin kita bukan? Tetapi bukan dengan sekejap mata berubah cantik, karena hidup kita tak sekedar dua jam seperti kisah Cinderela. Kita perlu mempersiapkan segalanya sebelum hari itu tiba, mempersiapkan ruhiyah, ilmiyah tsaqafiyah, jasadiyah, finansial, dan sosial. Pernah inget, MR pernah bilang, Allah menjamin bahwa pria yang baik untuk wanita yang baik, dan begitu pun sebaliknya. MR melanjutkan, jadi saat kita sedang memperbaiki diri, ia pun sedang memperbaiki diri. Hmm... Lalu, timbul pertanyaan dari Ade, "Terus, Mega udah siap?" Gue ditanya begini rasanya pengen nyebur ke laut. Yang pasti, gue tidak ingin tergesa-gesa tetapi ingin disegerakan pada saat yang tepat dan terbaik, Insyaallah.

Lalu, apa itu jodoh? Jika yang telah menikah pun belum tentu berjodoh apalagi yang pacaran, bukan? Nah loh! Kata Ust. Herlambang Satrio, jika yang telah menikah hingga wafat masih dalam ikatan pernikahan, itulah jodohnya. Jika bercerai, hingga wafat ia tidak menikah lagi, mantan suami/ istri terakhir itu jodohnya. Ups salah! Kata Ust. Herlambang Satrio ya, nggak bercerai juga! Jika hingga wafat ia tidak menikah, bagaimana? Mungkin di surga-lah jodohnya berada. Hanya Allah Yang Maha Tahu. Ah, siapapun jodohnya, semoga kita dipertemukan dengan orang yang tepat dan terbaik hingga meraih surga-lah visi dari keluarga kita :) Aamiin.

Yang kaya? Yang tampan? Yang baik? Apa yang sholeh, nih? Jawabnya, kriterianya dilihat dari agama, keturunan, kedudukan/kekayaan, dan ketampanan. Ngomong-ngomong kriteria, gue, Aini, dan Desty bersyalalala. Gue yang iri sama teman sejawat yang hafizh Qur'an, keluarga pendakwah, baik sekali, dan tidak sombong, mungkin juga rajin menabung. Kalau bisa, ingin yang seperti dia, Ya Allah, bagi satu, Ya Allah... Aamiin. Aini dengan segera mengetik SMS kepada seseorang yang katanya okeh punya dan berniat memperkenalkannya dengan cewek keceh kayak gue dan Desty. Alhasil, nggak berhasil karena nggak mau sama anak IPB jiaaah udah ketahuan dia takut nilainya B (maksudnya, kalau jadi sama yang se-universitas nilainya B *apa deeeh). Iiih sorry banget, lagian eikeh juga nggak mau sama situh! Jadi sinis, hahaha...

Lanjut ke perbincangan proses. Kata-kata yang muncul adalah ta'aruf dan proposal. Aini berpikir, ia kemungkinan tidak memakai cara ta'aruf karena sulit menerima orang baru. Gue dan Desty juga berpikiran gitu, sih alasannya biar nggak shock aja ngeliat polah tingkah gue. Hehehe. Lebih memilih, orang yang sudah tahu karakter gue, dan dengan sadarnya bahwa gue-lah yang tepat dan terbaik menjadi pendampingnya. Mungkin, gue tipe yang senang untuk dicintai dan mudah menerima. Tetapi, Allah Maha Kuasa, saat ini sih gue berpikir begitu, mungkin pemikiran ini akan berubah atau tidak, ya seiring dengan pemahaman gue. Hmm, proposal. Sebenarnya, udah punya draft proposal itu, tapi sampai sekarang belum dibuka karena dirasa belum butuh untuk diisi, belum mau ngelamar juga *eh. Biarlah waktu yang menjawab. Aih, jadi inget janji dengan seorang sahabat, "Kalau gue belum menikah di umur 25 tahun, gue ikhlaskan semua via ta'aruf". Yah, masalah ngomong mah gampang, ya. Tapi ada rasa khawatir jadinya, pernikahan bukan masalah tepat waktu tetapi waktu yang tepat dan terbaik. Aduh, janjinya bisa diralat, nggak ya? Pesan: jangan asal janji, woy! Tahun 2017, Anda berumur 25 tahun. Ngok!

Tanggung jawab dan keluarga. Ust. Herlambang Satrio bilang, "Sang ayah biasanya akan mudah menerima yang setara atau lebih tinggi darinya." Wajar sih pernyataan ini. Orangtua kita udah membesarkan dan merawat kita hingga besar akhirnya dipinta untuk melayani orang lain. Ya, nggak rela-lah kalau yang minta juga nggak memberikan kepastian tanggung jawab dan kebahagiaan untuk anaknya tercinta. Ijab qabul tercermin di sini, setelah mengucapkannya, kebahagiaan sang istri menjadi tanggung jawab suami. Jika tidak bahagia, suami berdosa kepada orangtua, orangtua suami juga orangtua istri. Begitu kata Ust. Herlambang Satrio dengan Dudu yang manggut-manggut mendengarkan.

"Gue sangat kagum sama orangtua gue dimana mereka nggak saling menceritakan kejelekan bahkan sama anak-anaknya." ungkap Aini. Ini yang gue inginkan. Tapi ada hal lain yang dikhawatirkan, saat sudah berkeluarga, apakah bisa tahan dengan segala ketidakcocokan yang ada atau malah bosan sama pasangan sendiri? Belajarnya gimana, ya biar nggak bosan? Dan tiba-tiba gue pake nyeplos, "Ya, belajarnya otodidak". Apaan lagi? Hahaha kayaknya gue salah tangkep pelajaran, deh. Maaf teman-teman saya salah. Hmm, berarti berkeluarga juga perlu berkreativitas, ya.

Bincang-bincang seru ini tidak menyadarkan kita bahwa malam telah berpukul 9.00 WIB. Aini dan Desty nggak mau menginap malah pulang yang akhirnya Desty dianterin Dudu sampai Citayam. Aini naik ojek ke rumahnya di Cagar Alam. Dan Ade dengan sabar menunggu kehadiran Dudu kembali.

Asik sumpah, loh! Jarang sekali kita ngobrol hal-hal bersama seperti ini. Bagi gue, ini menambah kesadaran gue untuk mempersiapkannya jauh-jauh hari. Hhe. Begitu pun dengan kalian. Terimakasih ya, sob. :) Sukses untuk segala rencana dan aktivitas. Semoga Allah SWT meridhoinya. Aamiin.

Ki-ka: Aini, Dudu, Ade a.k.a Ust Herlambang Satrio, Desty, dan gue (Princess Mega)

Mohon maaf untuk segala becanda yang terlewat batas. Jika tidak berkenan, bilang ya! Bagaimanakah saya meraih puncak surga jika tengah surga tak diperkenankan. Mohon maaf juga dengan kesalahan lisan yang diucap, kesalahan tingkah yang diperbuat, mohon diberitahu dan maklumi. Terimakasih :)

Selasa, 17 Juni 2014

Catatan Fiqh (5)

"Ini adalah catatan kelas Fiqh yang saya ikuti. Belajar hingga akhir hayat, itu yang dianjurkan. Jika hal ini menjadi suatu pembelajaran, dengan senang hati berbagi. Jika ada yang tidak berkenan, maka bukan berdebat, tetapi bersahabat. Silahkan memberi pendapat yang bijak. Terimakasih." 

HAID, NIFAS, DAN ISTIHADAH


I. Haid 


Haid adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita dalam keadaan sehatnya tanpa disebabkan oleh proses kelahiran.


  • Waktu : rata-rata wanita tidak keluar haid pada umur 9 tahun (pengamatan zaman dahulu). Jika keluar haid bukan pada umurnya dianggap bukan haid. 
  • Warna-warna darah haid: 
  1. Warna hitam 
  2. Warna merah
  3. Kuning keruh (seperti nanah)
  4. Warna keruh  
  5. Warna yang diakui lainnya: coklat, coklat tua. 
  • Fase suci
    (Hadist Aisyah ra) Jangan tergesa-gesa hingga menemukan cairah berwarna putih. Fase suci ditandai dengan mendapati kapas putih bersih dengan menempelkannya pada kelamin. Fase suci dapat ditunggu karena kebiasaan contoh 7 hari. 
  • Berapa lamanya haid?
    Tidak ada batasan pasti dalam hadist. Paling sedikit ditemukan 1 hari 1 malam, paling banyak 14 hari. Secara umum, terjadi 6-7 hari. 
  • Masa suci antara dua haid
    Masa suci antara dua haid tidak ada batasannya secara pasti. Menurut hasil pengamatan ulama, selangnya paling sedikit ditemukan 15 hari hingga 13 hari. 

II. NIFAS

Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan disebabkan proses melahirkan walaupun keguguran. 
  • Tidak ada batasan lamanya nifas
    Pernah terjadi seketika berhenti setelah melahirkan. Rata-rata nifas: 40 hari; paling lama ditemukan 60 hari. 
  • Apa yang diharamkan untuk haid dan nifas
  1. Berpuasa; Jika berpuasa tidak dihitung sebagai pahala dan dianggap batal. "Ingat, sabar itu pahala."
  2. Tidak boleh berhubungan antara suami-istri (berhubungan antara 2 alat kelamin). Dalil terdapat di Al Baqarah: 222. Jika hal ini dilakukan akan mengalami sakit dan membawa penyakit.
    Fenomena oral sex: memang tidak ada dalil keharamannya tetapi menurut adabnya hal ini sepatutnya tidak dilakukan dan dikhawatirkan tertelannya air mani. 
  3. Keharamannya seperti keharaman saat junub, seperti sholat, membawa dan tilawah Al Qur'an, dan berdiam diri di masjid. 


III. ISTIHADAH

Istihadah adalah berlanjutnya keluar darah pada yang bukan masanya. 
Ada beberapa kondisi:
  1. Jika kita tahu kebiasaan haid, maka dihitunglah masa kebiasaannya sebagai paten masanya (muddah: dipatenkan). Maka, selain itu, dapat dikatakan istihadah. 
  2. Jika kita tidak memiliki pengetahuan tentang fase haid, dapat karena lupa, karena fase tidak tetap, atau karena tidak bisa membedakan warna darah. Maka, dihitung selama 7 hari, selebihnya istihadah (Hamnah binti Jahz).
    Jika mengalami masa haid yang tidak teratur seperti 11 hari, 12 hari, 13 hari, atau 14 hari, maka diambil hari yang paling lama, yaitu 14 hari. 
Saat istihadah:
  • tidak diwajibkan mandi besar setiap mau shalat
  • diharuskan mencuci kemaluan sebelum wudhu
  • tidak berwudhu sebelum masuk waktu shalat
  • diperbolehkan berhubungan suami-istri
Istihadah bisa jadi adalah godaan syetan, maka perlu merukyah diri sendiri, antara lain dengan tilawah Qur'an.  


"Ini adalah catatan kelas Fiqh yang saya ikuti. Belajar hingga akhir hayat, itu yang dianjurkan. Jika hal ini menjadi suatu pembelajaran, dengan senang hati berbagi. Jika ada yang tidak berkenan, maka bukan berdebat, tetapi bersahabat. Silahkan memberi pendapat yang bijak. Terimakasih." 

Rabu, 11 Juni 2014

Catatan Fiqh (4)

MANDI
  
Mandi adalah yang membersihkan/ menghilangkan hadast besar. Menurut definisi syar’i, mandi adalah mengalirkan air suci ke seluruh tubuh (Al Baqarah: 222). 
Apa saja yang membuat seseorang wajib mandi besar?1.      Keluarnya mani dengan syahwat baik saat tidur maupun terbangun
Mani : keruh, kental, dan ada bau yang khas
Madzi : bening, tidak terlalu kental, dan tidak berbauWadi : keputihan Saat keadaan bangun tidur lalu ditemukan basah tanpa mengingat mimpi basah atau tidak bermimpi, maka diwajibkan mandi.Saat melihat mani pada pakaian tanpa tahu kapan keluarnya maka diwajibkan mandi dan mengulang sholat saat kapan terakhir bangun tidur.
 Keluarnya mani merupakan suatu kebutuhan bagi laki-laki, jika tidak dikeluarkan dapat menimbulkan mudhorot. Dari suatu sumber dikatakan bahwa saat laki-laki bujang mengeluarkan mani minimal 1X/ bulan. Maka dari itu, sebagai wanita yang dirahmati Allah SWT dan sebagai wanita yang bukan mahram bagi laki-laki lain, ada baiknya untuk tidak mengundang syahwat lelaki dan tidak menyiksa lelaki dengan suara, pakaian, dan tubuh yang tidak seharusnya diperlihatkan. 2.      Bertemunya alat khitan (dua alat kelamin). Dalil: Al Maidah: 6. Bertemunya: masuk/ tenggelam.
3.      Berhenti dari haid dan nifas (Al Baqarah: 222)
4.      Meninggal. Wajib dimandikan.
5.      Orang kafir yang masuk Islam. 
Apa yang diharamkan orang junub (orang yang mengeluarkan mani)?1.      Sholat
2.      Thawaf. Berarti selain thawaf, ibadah lain boleh.
3.      Memegang mushaf Al Qur’an dan membawanya. Jumhur Ulama dan Ulama Fiqh mengharamkan memegang mushaf kecuali berdasarkan Dawud dan Ibn Hazm (Mazhb Jahiriyah). Kembali ke dalam arti mushaf (berdasarkan Urf/ bahasa) berarti saat kita memegang kitab yang diketahui sebagai Al Qur’an, ya itu adalah Al Qur’an.
4.      Membaca Al Qur’an (tilawah)
Meniatkan bacaan Al Qur’an untuk ibadah seharusnya tidak dilakukan. Jika membaca Al Qur’an untuk belajar tahsin masih diperbolehkan karena suatu tuntutan untuk belajar.
5.      Itikaf (berdiam diri di masjid)
Masjid adalah bangunan inti untuk sholat dan biasa digunakan untuk Sholat Jumuah. 
Mandi Sunnah, yaitu mandi dengan niat sunnahContohnya untuk Sholat Jumat, Sholat Ied, memandikan jenazah, sebelum ihrom, sebelum memasuki Kota Mekkah, dan bagi yang ingin wukuf di Arofah.
Rukun mandi1.      Niat
2.      Membasahi seluruh tubuh 
Tata cara mandi
1.      Membasuh kedua tangan 3X
2.      Membasuh kemaluan
3.      Berwudhu sempurna
4.      Mengguyur air ke kepala 3X sambil menyela rambut
5.      Membasuh air ke seluruh tubuh
6.      Membasuh yang tersembunyi: telinga, ketiak, dan pusar 
Mandinya seorang wanita yang berambut panjang, tebal dan mengembang sehingga digulung, maka tidak perlu membuka gulungannya (kepangannya) asal airnya masuk sampai pada kulit kepala. 

Sabtu, 07 Juni 2014

Mandalawangi pada suatu masa yang luar biasa...

Nak, Bunda akan menceritakan kepadamu sebuah perjalanan masa muda Bunda bersama sahabat-sahabat Bunda, tertanggal 7-9 Juni 2014. Dengarkan ya, Nak karena kenangan ini sulit untuk diulang kembali bahkan mungkin tidak bisa terulang. 

Perjalanan kali ini adalah perjalanan di tengah kesibukan kami. Niat dari 9 orang yang telah mendaftarkan diri untuk hiking, hanya 5 orang yang berhasil berteman dengan waktu... 

Kekhawatiran memuncak saat pukul 08.00, Ade belum muncul di permukaan padahal pukul 07.10 mengabarkan bahwa dia sudah di Stasiun Bojong Gede. Lebih-lebih, saat teman mengabarkan bahwa ada sistem buka tutup jalan Puncak pukul 09.00. Entahlah, kali ini khawatir Ade kenapa-kenapa karena nggak ada kabar. Berhasil! Dia buat kami, saya, Desty, Dudu, dan Faridh harap-harap cemas. Daaaaaan... datang dengan santai. Dialah yang ditunggu-tunggu datang, Pendekar Oren. Kami segera berangkat menuju tempat yang indah... Yeaaah... 

Pukul 11.00 kami sampai di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) segera mengurus perizinan dan makan serta sholat Zuhur. Dengan kegiatan packing diomelin Pak Satpam yang nggak membolehkan kami packing di dalam kantor *ya iyalah... Pukul 14.00 langkah kami di HM 00 menuju Kandang Badak TNGGP. Bismillahirrahmanirrahim... 

Dwi (Dudu), Ade, Faridh, Mega, Desty di jembatan menuju Kandang Badak
Nah, inilah sahabat-sahabat Bunda : Om Dudu, Om Ade, Om Faridh, terus Bunda yang menunjukkan dua jari, dan yang paling kanan adalah Tante Desty. Lima orang ini, Nak sedang bergaya selfie di salah satu jembatan menuju Kandang Badak. Jembatan ini di atas rawa dan lumayan panjang. Kalau suatu saat kamu ke sini, gaya selfie ya...  Hahaha entahlah, nanti di zaman kamu masih ada selfie nggak, ya? Hmm itu loh foto diri dengan tangan sendiri. 


Sore hari, kami tiba di Pertigaan Panyangcangan, pertigaan antara Air Terjun Cibeureum, Kandang Badak, dan Jalur Masuk Cibodas. Tadi, kami masuk melalui jalur Cibodas, kalau lurus berarti ke Air Terjun Cibeureum, kalau ke kiri berarti ke Kandang Badak. Nah, pintar... Kalau Bunda mau ke Kandang Badak berarti kemana? Yap, ke kiri... Kami tidak menuju air terjunnya agar segera sampai di Kandang Badak. Tetapi tenang, Nak... Bunda pernah ke air terjunnya, loh untuk menuntut ilmu. Indah dan gagah... 

Nak, angka kilometer di atas itu bukan hanya menunjukkan seberapa jauh kaki kamu harus melangkah, tetapi ini menunjukkan berapa lama dan berapa banyak kenangan kamu bersama orang-orang di sekitar kamu saat itu. Kilometer itu, apakah bisa membuat kamu lebih mengenal mereka dan sebaliknya. Kilometer itu, apakah bisa menyimpan bermeter-meter kenangan untuk masa yang akan datang atau hanya menjadi memori jangka pendek. Kilometer itu, apakah bisa membuatmu bahagia atau hanya membuatmu berdecak lelah... Maksudnya, Bun? Maksudnya, suatu saat kamu akan tahu rasanya, ya kamu akan tahu... 


Dimana pun kita, kita harus saling menghormati dan menghargai. Ingat, kepada siapapun dan kapanpun karena kita tidak hidup sendiri. Om Faridh, Om Dudu, dan Om Ade telah mengucapkan salam kepada abang pendaki lain yang berpapasan. Nggak lupa senyum mengembang. Itu karena kita harus saling menghormati dan menghargai, Nak. Senyum itu perbuatan baik, loh, Nak. Dengan senyum, kita menebar semangat dan mengusir lelah. Smile, please... OK. Nak, kita tidak akan tahu kapan kita akan meminta pertolongan atau dimintai pertolongan, maka alangkah baiknya kita selalu mengasah kepekaan dan menanam kebaikan serta menebar pertolongan. 


Selepas Maghrib, kami baru sampai di Air Panas. Sedikit cemas melewati Air Panas di malam hari dengan kondisi gelap. Saat kami melangkah di atas batu yang licin, kecemasan semakin bertambah apalagi suara derasnya air panas yang menderu. Uh, seru! Bergantian saling bantu menbantu agar selamat melewati air panas yang benar-benar panas. Yap, kaki tak sengaja masuk di sela-sela batu dan tercelup ke air, itu rasanya... Nyesss serasa diseduh. 

Telah melewati Air Panas, rasanya lebih tenang. Lalu, kami melewati Kandang Batu yang telah ramai orang berkemah. Lalu, apa kabar dengan Kandang Badak? Bukan main ramainya tenda-tenda bertebaran. Mencari  ke bagian atas dan bawah, akhirnya kami dibantu oleh abang pendaki mendirikan tenda, dan di sekitar itu, tenda kami yang paling besar. Ih wow... 

Nak, perjalanan hingga di Kandang Badak mengantarkan kami pada malam yang ramai. Ya, Bunda nggak bisa tidur pada malam yang ramai. Pada malam itu, banyak orang-orang yang masih lalu-lalang terdengar suara sepatu-sepatunya dan banyak orang-orang yang bercengkrama bertema makanan dan pendakian. Yang justru pembicaraan mereka membuat Bunda khawatir makanan dan alat makan di luar tenda. Ya ampun, semuanya masih di luar tenda! 

Pukul 03.00 kami bangun untuk mendapatkan sunrise di Puncak Pangrango. Perjalanan luar dari dugaan. Kami masih dalam perjalanan di saat waktu menunjukkan pukul 05.00. Sempat terpikir... Sudaaaaahi rasa ini. Ya ampun, Pangrango membuatku terkantuk-kantuk menanjak tanahnya yang terjal dan belukar. Sahabat memang saling menguatkan dan yang paling penting memahami. Maka, aku tidak mau mengulangi kesalahan lagi. Kesalahan apa? Hmm nanti, deh Bunda cerita itu, bahas Pangrango dulu, ya...  

Hingga matahari telah terang benderang pada hari Minggu tanggal 8 Juni 2014, kami baru sampai di Puncak Pangrango yang se-la-yar dengan Gunung Gede... se-la-yar... Baiklah, kami lanjut ke Mandalawangi yang tidak jauh dari Puncak Pangrango. Keinginanku ke Mandalawangi dimulai saat diriku di Papandayan, mendengar puisi Gie yang sangat menyayat jiwa *lebay. Menyebutkan Lembah Mandalawangi. Ah, cantik kah ia??? 


Menuju Mandalawangi


Bunga di Mandalawangi

Eidelweis di Mandalawangi

Langit di Mandalawangi
Jawabannya: Cantik. Sangat cantik... Gie berkata, tiba pada suatu masa yang biasa. Sekarang, aku berkata, Mandalawangi pada suatu masa yang luar biasa... 
Di sini, aku mencoba menikmati semua panorama. Membuka mata yang telah tertutup semak belukar kebosanan dan menatap langit yang bebas untuk menghalau kecemasan kenyataan. Terimakasih, Tuhan... Hidup memang harus disyukuri. 

Hahaha, Nak. Bunda kasih tahu, ya. Salah satu cara mensyukuri puncak adalah... pernah tidur di sana. Sungguh, benar-benar nyenyak... Hahaha... Oh iya, satu hal yang harus kamu ingat, tanggal 8 Juni adalah ulang tahun Ayahnya Bunda. Kuucapkan di Mandalawangi untuk Ayah tercinta: Selamat Ulang Tahun, Ayah. Semoga Ayah selalu bahagia...  



Ade tertidur di Mandalawangi

Mega dengan Eidelweis

I love Ummi

I love Ayah

Mega


Salam ceria dari Mandalawangi

Semoga kamu ada, Nak. Salam ceria dari Mandawangi... 
Terimakasih, Tuhan...

Selasa, 03 Juni 2014

Catatan Fiqh (3)

WUDHU
 Wudhu adalah bersuci menggunakan air yang berkaitan dengan wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki untuk menghilangkan hadast kecil.Dalil : Aku tidak menerima sholat seseorang kecuali ia telah berwudhu/ menghilangkan hadast. 
Keutamaan wudhu adalah menghapus dosa-dosa anggota tubuh kita, menyegarkan secara fisik dan jiwa, serta memadamkan apinya marah dan setan. 
Rukun Wudhu 
1.      Niat : keinginan.
Rasulullah bersabda: Ada 3 orang di akhir kiamat nanti, salah satunya adalah seorang kiai yang masuk ke neraka karena sesungguhnya ia mencari ilmu tidak ikhlas mencarinya tetapi ingin dikenal dan dihargai sebagai orang yang berilmu.Jika niatmu menuntut ilmu hanya untuk kemasyhuran, maka kau sudah mengambil kursi di neraka.  2.      Membasuh wajah 1X dari batasan tumbuh rambut sampai kedua tulang rahang (sampai ujung anak telinga)
3.      Membasuh kedua tangan sampai kedua siku dan diutamakan melebihkannya
4.      Mengusap kepala (tempat tumbuhnya rambut/ kulit kepala)
Imam Malik: seluruh kepala dari depan hingga belakangImam Syafi’i: Rasul pernah melakukannya berbeda-beda sepertiga ubun-ubun atau seluruh kepala. Yang terpenting adalah ada bagian kulit kepala yang terbasuh air.5.      Membasuh kedua kaki sampai mata kaki. Dalil: celakalah bagi tumit-tumit yang tidak terbasuh.
6.      Tertib: berurutan. 
Sunnah Wudhu 
1.      Membaca basmallah
2.      Menggosok gigi/ bersiwak. Hal ini dapat diganti dengan sesuatu yang dapat memebersihkan rongga mulut. “Seandainya aku tidak menyusahkan umatku, maka aku akan menyuruh seluruh umatku untuk bersiwak sebelum berwudhu.”
3.      Membasuh tangan 3X sebelum wudhu
4.      Berkumur-kumur 3X
5.      Memasukkan air ke hidung 3X lalu mengeluarkannya
6.      Membersihkan sela-sela jari
7.      Membersihkan jenggot
8.      Tiga kali dalam membasuh, boleh kurang dari 3X
9.      Memulai dengan bagian kanan
10.  Menggosok dengan tangan dan air
11.  Berkesinambungan. Tidak boleh disertai dengan kegiatan lain.
12.  Telinga
13.  Mengikutkan kepala bagian depan saat membasuh wajah
Mandi dengan kapasitas air 5 mud (3 liter); Wudhu 1 mud (0,688 liter). Tidak boleh berlebihan dalam berwudhu dan mandi walau di tengah lautan sekalipun.Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian membaca doa setelah wudhu maka ia akan terbuka pada 8 pintu syurga dan ia boleh masuk dari mana saja. Sesungguhnya, pintu syurga telah banyak disediakan oleh Allah SWT, tinggal kita yang menentukan hal yang terbaik. 
Apa yang membatalkan wudhu? 
1.      Setiap wudhu yang keluar dari dua jalan (kemaluan depan dan lubang belakang), yaitu BAK, BAB, keluar angin dari dubur, keluar mani, wadhi, dan madhi. Jika keluar ketiganya maka wajib berwudhu. Mani diwajibkan pula mandi besar. Wadhi dan madhi: Cucilah kemaluanmu dan berwudhulah sebagaimana kamu sholat.
2.      Tidur lelap yang menghilangkan kesadaran
3.      Hilangnya akal, pingsan, mabuk, dan terbius
4.      Menyentuh kemaluan depan tanpa penghalang, tidak hanya milik sendiri tetapi juga milik orang lain. 
Apa yang sebenarnya tidak membatalkan? 
1.      Menyentuh lawan jenis
Imam Syafii: batal walau tanpa syahwatImam Maliki: batal dengan syahwatImam Hanafi: tidak membatalkan sama sekali2.      Keluarnya darah dari jalan keluar yang biasa contohnya mimisan, luka, bekam
3.      Muntah
4.      Memakan daging unta
5.      Keraguan berhadast atau tidak sampai ia yakin berhadast hingga terbukti
6.      Terbahak-bahak
7.      Memandikan mayat kecuali memegang kelamin dan dubur 
Ketentuan membasuh kedua khuf 
Khuf: sepatu yang menutupi kaki dengan bahan yang tidak mudah rusak dengan perjalanan jauh, sesuatu yang menutupi wajib basuh sampai mata kaki, tanpa ada sesuatu yang berlubang. 
Syarat mengusap khuf 
1.      Sebelum menggunakan khuf, telah berwudhu sempurna
2.     Khuf menutupi bagian wajib basuh kaki (tidak berlubang), harus benda yang suci, bukan najis. Bagian yang diusap adalah bagian atas.
Berapa lamanya berlaku membasuh khuf?1.      Bagi yang mukim: berlaku 1 hari 1 malam sejak pertama kali memasukkan kaki ke dalam khuf
2.      Bagi yang musafir: berlaku 3 hari 3 malam
Berniat sebelumnya saat memasukkan kaki ke dalam khuf untuk tidak membuka sepatu selama masa rukshah 
Apa yang membatalkan membasuh khuf?1.      Habisnya waktu
2.      Junub: keluarnya mani dalam keadaan syahwat
3.      Melepaskan khuf


“Ibadah adalah hubungan langsung dengan Allah SWT. Hukum asalnya adalah haram. Jika terdapat dalil membatalkan haramnya, maka batal haramnya. Sedangkan muamalah adalah hubungan dengan manusia. Hukum asalnya adalah mubah (boleh) hingga ada dalil yang mengharamkan maka haram hukumnya. Contohnya, pemerintahan, perekonomian, dan sebagainya.” 

Selasa, 27 Mei 2014

Catatan Fiqh (2)

"Ini adalah catatan kelas Fiqh yang saya ikuti. Belajar hingga akhir hayat, itu yang dianjurkan. Jika hal ini menjadi suatu pembelajaran, dengan senang hati berbagi. Jika ada yang tidak berkenan,  maka bukan berdebat, tetapi bersahabat. Silahkan memberi pendapat yang bijak. Terimakasih."  


ADAB ISTINJA

  1.       Tidak boleh membawa lafaz Allah (yang dipakai, contohnya cincin dengan lafaz Allah)
  2.        Menjauhkan diri dari pandangan manusia: supaya tidak terdengar suaranya dan supaya tidak berbau
  3.       Tidak boleh membaca secara jahr (keras) basmallah dan isti’adzah di dalam toilet; tetapi diperbolehkan membaca basmallah secara jahr.
  4.       Membaca basmallah sebelum membuka baju agar terhindar dari godaan setan
  5.       Tidak menjawab salam, adzan, dan bersin
  6.       Tidak bercakap-cakap
  7.       Mengagungkan kiblat dengan tidak membelakangi dan tidak menghadapnya, terutama di ruang terbuka
  8.       Mencari tanah yang tidak keras dan lebih rendah (melengkung)
  9.       Menghindari lubang-lubang, dikhawatirkan lubang tinggal hewan
  10.      Tidak pipis sambil berdiri untuk laki-laki dan perempuan karena pipis sambil berdiri itu dianggap bertentangan dengan yang baik
  11.        Menghindari tempat bernaung manusia, berlalu lalang
  12.        Bersihkan tempat keluarnya najis. Alat : air atau batu yang suci dan halus (3 buah batu dengan sisi yang berbeda – minimal). Alat pengganti : tissue atau daun. 

Selasa, 20 Mei 2014

Catatan Fiqh (1)

"Ini adalah catatan kelas Fiqh yang saya ikuti. Belajar hingga akhir hayat, itu yang dianjurkan. Jika hal ini menjadi suatu pembelajaran, dengan senang hati berbagi. Jika ada yang tidak berkenan,  maka bukan berdebat, tetapi bersahabat. Silahkan memberi pendapat yang bijak. Terimakasih."  

AIR

Bahasan tentang air tidak terlepas dari bahasan tentang hadast dan najis. Maka, diawali dengan mengenal kedua hal itu.  
Hadast :
  •          Suatu keadaan
  •          Yang membatalkan wudhu

Cara membersihkan :
  •          Kecil : wudhu/ tayamum
  •          Besar : mandi wajib (besar)/ tayamum seperti wudhu


Najis : sesuatu yang berwujud (zat)
Cara membersihkan dengan fokus pada najisnya; bukan sesuatu yang membatalkan wudhu 
Alat-alat untuk menyucikan :
  1. Air
  2. Debu/ tanah yang suci
  3. Batu (3); tissue (sebagai alat bantu)
  4. Penyamakan; untuk kulit (sesuatu yang terlepas dari tubuh sehingga najis maka harus disucikan) kecuali kulit anjing dan babi.
Macam-macam Najis:
1. Berat (Mugholazoh)
  • pendapat sebagian: seluruh bagian anjing dan babi
  • pendapat lainnya: babi dan air liur anjing
Kedua pendapat tersebut sama-sama kuat. Lalu, bagaimanakah kita menyikapinya? Sungguh bijak jika kita mempercayai dan tidak mempermasalahkan perbedaan pendapat tersebut. Hal ini tergantung pada kondisi diri. Jika kita bukanlah seorang yang pekerjaannya sering menyentuh anjing dan babi, seperti dokter hewan, maka ambil pendapat yang lebih hati-hati.  
Cara menyucikan:   tanah dan air (6 x air, 1 x tanah) 
2. Ringan
  • air suci anak laki-laki yang belum makan sesuatu apapun selain ASI
  • cara menyucikan: memercikan air
3. Pertengahan
  • semua najis masuk ke dalam ini kecuali kedua jenis najis di atas contohnya, darah, nanah, dan muntah.
  • cara menyucikan: dialirkan dengan air suci dan mutlak
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah saat pakaian terkena najis dan menyucikannya dengan air yang suci, yaitu air tanpa zat terlarut seperti air sabun atau air deterjen. Air tersebut hanya menghilangkan noda tetapi tidak menyucikan pakaian dari najis. Maka, cara menyucikannya adalah mengalirkan air mutlak pada pakaian yang terkena najis. Hal lainnya adalah jika pakaian yang terkena najis masih terdapat bekas noda yang menempel, biarkan sinar matahari yang bekerja, yaitu dengan menjemurnya. 
Kelompok Air
  1. Air Mutlak; Air tanpa dicampuri apa-apa, yaitu sifatnya suci dan dapat menyucikan sehingga dapat mengangkat hadast.
  2. Air musta’mal; Air yang dipakai kembali dan tidak merubah keadaan air (bukan dipakai menghilangkan najis)
  3. Air suci dan menyucikan tetapi makruh karena membawa mudhorot; Air musyamas: air di bawah terik matahari di kota dengan >40OCAir panas yang akan digunakan dianjurkan untuk didinginkan dahulu
  4. Air suci tetapi tidak menyucikan; Air yang bercamput sesuatu yang suci dan larut dalam air contohnya, air the, air sabun, dan air susu. Kecuali saat darurat (keadaan), seperti air perkotaan yang bercampur dengan kaporit.  
  5. Air najis; Air yang kejatuhan najis sehingga merubah bau, warna, dan rasa sehingga tidak suci dan tidak menyucikan.  

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
  • Untuk air dengan kapasitas 2 kulah (1,5 m3/ kulah) jika dikenai bangkai hewan kecil, hukumnya tetap suci
  • Sungai besar yang mengalir dan air laut, hukumnya suci
  • Semua jilatan hewan itu suci kecuali jilatan anjing dan babi
  • Air dan tanah itu suci. Pakaian yang terkena tanah itu suci karena tanah adalah sesuatu yang suci dan mensucikan.
  • Najis yang ada di tanah dapat disucikan dengan menyiramnya dengan air satu ember
  • Cara menyucikan makanan yang terjatuhi najis (seperti bangkai) adalah dengan membuang bangkai dan buang sekitarnya.
  • Benda-benda keras yang terkena najis dapat disucikan dengan mengusapnya pada sesuatu yang basah, contohnya kain basah.
  • Sandal yang terkena najis dapat disucikan dengan menggosok-gosokannya ke tanah
  • Ingat! Tissue basah itu tidak menyucikan karena umumnya disertai dengan alcohol dan parfum, bukan air mutlak. Tissue ini hanya sebagai alat bantu saat darurat.
Jenis-jenis najis pertengahan :
  1. Bangkai; Hewan mati tanpa disembelih, kecuali bangkai belalang, ikan, dan hewan lain tanpa darah mengalir contohnya lebah dan semut.
  2. Darah; Semua jenis darah, kecuali darah sendiri akibat terluka. Darah ringan yang dimaafkan: darah nyamuk dan darah kutu.
  3. Daging babi
  4. Muntahnya manusia yang berasal dari dalam perut sehingga berubah warna dan bau
  5. Kencingnya manusia
  6. Kotoran manusia
  7. Keputihan (Al Wadi); Cairan berwarna putih yang kental dan berat setelah buang air kecil atau saat kelelahan. Keputihan merupakan najis pertengahan dan cara menyucikannya adalah dengan dibuang zatnya dan dibersihkan dengan air. Keluarnya keputihan ini merupakan hadast kecil.
  8. Madzi; Air bening tidak terlalu kental, biasanya keluar saat memikirkan jima’ atau saat bermain dengan istri (foreplay). Madzi ini berfungsi untuk lubrikasi. Madzi ini tidak membuat orang yang mengeluarkannya mandi besar, tetapi jika sudah sampai keluarnya mani maka cara membersihkannya adalah dengan mandi besar.   Sehingga, kita dapat berkesimpulan bahwa antara Madzi dan Mani berbeda.

  1. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  1. Tali jemuran yang pernah terkena pakaian bernajis; Disucikan dengan keringnya tali itu oleh angin dan matahari
  2. Terjatuh sesuatu, tidak tahu jenisnya atau apa, kita tidak diwajibkan untuk bertanya. Dan jika setelah terjatuh, baru tahu nantinya, kita tidak diwajibkan untuk menyucikannya
  3. Berjalan pada malam hari sehingga tidak tahu apa yang diinjak, kita tidak diwajibkan untuk mengetahuinya
  4. Tidak tahu atau lupa bahwa pakaian bernajis digunakan untuk shalat, hal itu dimaafkan.
Pena malaikat terangkat sampai:
Wanita belum berhaid/ pria belum mimpi basah (belum akhil baligh);
Orang lupa hingga ia ingat;
Orang tidur hingga ia terbangun 


"Ini adalah catatan kelas Fiqh yang saya ikuti. Belajar hingga akhir hayat, itu yang dianjurkan. Jika hal ini menjadi suatu pembelajaran, dengan senang hati berbagi. Jika ada yang tidak berkenan,  maka bukan berdebat, tetapi bersahabat. Silahkan memberi pendapat yang bijak. Terimakasih."  


Baca juga:   
http://hasanatulqolb.blogspot.com/2014/06/catatan-fiqh-1.html 
http://hasanatulqolb.blogspot.com/2014/05/catatan-fiqh-2.html
http://hasanatulqolb.blogspot.com/2014/06/catatan-fiqh-3_1335.html
http://hasanatulqolb.blogspot.com/2014/06/catatan-fiqh-4.html
http://hasanatulqolb.blogspot.com/2014/06/catatan-fiqh-5.html